Pantau - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan rencana kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke lokasi terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih mempertimbangkan kondisi di lapangan, sementara pemerintah memprioritaskan penanganan darurat dan kebutuhan masyarakat.
Menurut Prasetyo, kunjungan Presiden ke wilayah yang sedang mengalami bencana membutuhkan persiapan khusus karena kondisi di lapangan berbeda dengan kunjungan biasa.
"Sedang direncanakan, tetapi perlu juga kami sampaikan bahwa kadang-kadang memang di masa-masa awal itu kondisi di lapangan, kita memilih untuk lebih fokus mengatasi masalah terlebih dahulu," ungkap Prasetyo.
Pemerintah Pantau Penanganan Gempa Setiap HariPemerintah pusat terus memantau perkembangan penanganan gempa NTT setiap hari melalui laporan berkala dari kementerian dan lembaga terkait.
Badan SAR Nasional dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadi sejumlah lembaga yang terlibat dalam pelaporan perkembangan situasi sekaligus penanganan bencana di lapangan.
Prasetyo juga mengapresiasi keterlibatan pemerintah daerah dari berbagai wilayah yang mengirimkan bantuan kepada masyarakat terdampak, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
"Kami juga mengapresiasi banyak pemerintah daerah yang lain juga mengirimkan bantuan-bantuan, termasuk misalnya seperti dari Pemprov Jawa Tengah. Ini bukti solidaritas kita bersama-sama untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah," ungkap Prasetyo.
Terkait kemungkinan Prabowo mengunjungi NTT pada pekan ini, pemerintah belum memberikan kepastian karena waktu kunjungan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi.
"Nanti kita lihat, kita lihat kondisinya di lapangan," kata Prasetyo.
Gempa Magnitudo 7,7 Guncang NTTGempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026, dini hari.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami menyusul gempa tersebut sebelum dinyatakan berakhir pada pukul 07.30 WIB.
Presiden Prabowo sebelumnya menyatakan pemerintah berupaya memberikan penanganan terbaik kepada masyarakat NTT dengan mengerahkan berbagai jajaran terkait untuk menangani kondisi darurat.
"Kami ingin memastikan saudara-saudara kita di sana mendapatkan penanganan darurat yang cepat dan maksimal," kata Prabowo.
Pemerintah juga mengirimkan sebanyak 50.000 paket bantuan sembako ke NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026, untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
Prabowo Instruksikan Kerja Sama Lintas SektorPrabowo menginstruksikan kerja sama lintas sektor agar penanganan pascagempa dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
Presiden juga meminta jajaran terkait melihat secara langsung kondisi masyarakat dan situasi di lokasi terdampak.
Sejumlah BUMN turut diminta terlibat dalam penanganan gempa, antara lain Perum Bulog, PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
Prabowo turut menyampaikan simpati dan doa kepada masyarakat terdampak serta menegaskan bahwa keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas pemerintah dalam kondisi darurat.
"Keselamatan dan kebutuhan dasar warga adalah hal yang paling utama saat ini," ungkap Prabowo.
Dengan demikian, waktu kunjungan Prabowo ke lokasi terdampak gempa NTT masih akan disesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan, sementara pemerintah memprioritaskan penanganan darurat, distribusi bantuan, keselamatan warga, dan pemenuhan kebutuhan dasar.





Komentar (0)