REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA -- Jerat judi online (judol) kembali memicu aksi nekat. Di Kabupaten Majalengka, seorang penjaga warung nekad membohongi pemilik usaha dan pihak kepolisian demi menutupi ulahnya yang telah menghabiskan seluruh uang hasil penjualan akibat terjerat judol.
Tak tanggung-tanggung, penjaga warung yang bernama Jaka itu membuat karangan bahwa dirinya telah ditodong oleh perampok bersenjata api. Sandiwara tersebut sempat menyita perhatian sebelum akhirnya terbongkar saat penyidik menemukan fakta kontradiktif di lokasi kejadian, yang merupakan sebuah warung di Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka.
Baca Juga
1.279 Napi Lapas Narkotika Cirebon Terima Remisi di HUT ke-81 RI, Ini Kata Bupati Imron
KAI Daop 3 Cirebon Kembali Lakukan Penutupan Perlintasan Ilegal
Sejumlah Wilayah di Cirebon Kekeringan, Warga Kesulitan Alami Krisis Air Bersih
Pemilik warung, Azis, menjelaskan, peristiwa itu diketahui saat dirinya datang ke warung pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. Setelah tiba di lokasi, ia tidak melihat Jaka seperti biasanya. "Saya panggil-panggil, Jaka, Jaka. Ternyata Jaka tergeletak di dapur dengan posisi tengkurap," kata Azis, Jumat (14/8/2026). .rec-desc {padding: 7px !important;} Melihat karyawannya tergeletak di lantai, Azis kaget dan langsung meminta tolong kepada seorang tukang sayur yang sedang lewat. Di tengah kepanikan, ia kemudian berusaha menyadarkan karyawannya tersebut. Setelah berhasil disadarkan, Jaka mengaku telah menjadi korban perampokan. Ia mengaku ditodong menggunakan senjata api, kemudian dibekap menggunakan obat bius hingga tidak sadarkan diri. Mendengar penuturan karyawannya, Azis pun bergegas memeriksa laci tempat menyimpan uang. Ternyata, laci tersebut sudah dalam keadaan kosong. “Saya makin panik. Akhirnya saya melapor ke polisi," ucap Azis.
Komentar (0)