Tuban (beritajatim.com) – Kejadian tidak terduga terjadi saat pengibaran bendera Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban. Tali bendera sempat putus hingga salah satu peserta upacara memanjat tiang bendera untuk mengambil tali tersebut agar pengibaran bendera dapat dilanjutkan kembali.
Sontak kejadian tersebut viral di media sosial. Pasalnya, momen tersebut terekam kamera yang niatnya untuk mengabadikan dokumentasi selama upacara. Hingga video tersebut ramai diperbincangkan, siapa sosok yang memanjat tiang bendera tersebut ternyata seorang guru SD.
Camat Tambakboyo, Ari Wibowo, mengatakan bahwa kejadian tersebut di luar prediksi. Saat Paskibraka semangat untuk mengibarkan bendera, talinya terputus.
“Sementara salah satu guru dari SD Kenanti namanya Bapak Karjono, refleks langsung memanjat dan mengambil tali tersebut agar bisa disambungkan lagi,” ujar Camat Tambakboyo.
Setelah tali tersebut disambungkan kembali, masih kata Camat Tambakboyo, pengibaran bendera Merah Putih akhirnya berjalan lancar dan upacara berlangsung khidmat.
“Alhamdulillah upacara lancar. Karena saya sendiri mau memanjat juga tidak bisa karena saya pakai kostum Minahasa yang kebetulan memang tema adat budaya nusantara. Itu guru yang memanjat juga lagi pakai kostum Madura,” imbuhnya.
Sementara itu, seorang guru SD Kenanti, Karjono, menceritakan bahwa saat upacara tersebut, ia sedang mengondisikan anak-anak di bagian barisan sebelah barat dan para pedagang dengan niat agar selama pengibaran bendera tidak ada yang berseliweran.
“Terus pas benderanya dibuka pengibar, talinya putus, terus ketarik ke atas talinya. Saya yang melihat tali benderanya putus langsung lari memanjat itu,” kata Karjono.
Karjono, yang juga dikenal sebagai relawan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban serta guru Pramuka ini, memang dikenal memiliki jiwa nasionalis yang tinggi dan jiwa sukarelawan. Sehingga saat kejadian tersebut, tidak ada paksaan dari siapa pun dan spontan membantu agar pengibaran bendera Merah Putih dapat dilakukan kembali.
“Rasa spontanitas suka menolong dan membantu yang diajarkan di Kepramukaan dan relawan BPBD itulah akhirnya seperti kemarin, selalu sigap, siap, tapi tak lupa tetap kita jaga diri dan memakai perhitungan. Kalau sudah atas nama lambang negara dan kemanusiaan, insya Allah tetap semangat,” tutup Karjono. [dya/kun]





Komentar (0)