KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menugaskan Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk membantu warga yang dokumen kependudukannya hilang atau rusak akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penerbitan dokumen, seperti KTP elektronik (KTP-el), akta kelahiran, serta Kartu Keluarga (KK).
"Saya akan segera perintahkan kepada Dirjen Dukcapil yang menangani urusan data kependudukan untuk koordinasi dengan Dukcapil kabupaten dan provinsi," kata Tito dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (18/8/2026).
Hal tersebut disampaikan Tito setelah mengunjungi posko pengungsian di Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT, Selasa.
Baca juga: Lakukan Peninjauan ke Posko Pengungsi Desa Waekokak, Mendagri Tito Serahkan Bantuan
Ia mengatakan, tim Dukcapil juga akan turun langsung ke lokasi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan dokumen pengganti.
Menurut Tito, penerbitan ulang dokumen kependudukan dapat dilakukan dengan relatif mudah karena data penduduk telah tersimpan secara digital di server Dukcapil.
Terlebih, saat ini Ditjen Dukcapil juga telah menerapkan teknologi face recognition atau pengenalan wajah sehingga pencetakan ulang dokumen kependudukan dapat dilakukan dengan lebih mudah.
"(Pencetakan ulang) itu sangat mudah dilakukan. Kenapa? Karena semua data yang ada, 290 juta (penduduk) Indonesia, hampir 98 persen datanya ada di server Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)," jelas Tito.
Baca juga: 5,82 Juta Orang Belum Rekam KTP-el, Dukcapil Ungkap Kelompok Terbanyak
Selain dokumen kependudukan, Tito mengaku akan berkoordinasi dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk membantu penerbitan kembali surat tanah atau dokumen penting lainnya yang hilang atau rusak akibat gempa.
Koordinasi juga akan dilakukan dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk penerbitan kembali Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi warga terdampak gempa.
"Informasinya akan saya sampaikan kepada Menteri ATR/BPN dan Kepolisian. Karena apa, waktu seperti di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), kami semua tiga ini turun. Ini dokumen-dokumen penting," ucap Tito.
Tito memastikan seluruh proses penerbitan kembali dokumen penting tersebut dilakukan secara gratis sebagai bukti hadirnya negara kepada para penyintas gempa.
Baca juga: Mendagri Salurkan Santunan Duka kepada Keluarga Korban Gempa di Nangapanda, Ende
"Orang lagi susah jangan dibikin susah lagi, kami bantu. Saya akan sampaikan juga kepada Bapak Kapolri," tuturnya.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT






Komentar (0)