Kecelakaan di Tol Sidoarjo Arah Waru, Mobil Pikap Terguling Diduga gegara Pecah Ban

rctiplus.com
8 jam lalu
Cover Berita
Kecelakaan di Tol Sidoarjo Arah Waru, Mobil Pikap Terguling Diduga gegara Pecah BanNasional | inews | Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:21

SIDOARJO, iNews.id - Kecelakaan tunggal terjadi di Tol Sidoarjo arah Waru, tepatnya di km 749/B pada Selasa (18/8/2026) pukul 06.40 WIB. Sebuah mobil pikap yang membawa muatan kacang merah hilang kendali lalu terguling di tengah ruas tol.

Penyebab kecelakaan diduga akibat mobil pikap mengalami pecah ban. Posisi kendaraan yang melintang di badan jalan sempat menghambat arus lalu lintas, terutama karena kejadian berlangsung pada jam sibuk di pagi hari.

Kanit PJR Jatim 2 AKP Mulyani membenarkan adanya kecelakaan tunggal tersebut. Pikap berpelat nomor P 8150 AI itu diketahui membawa muatan kacang merah dan dikemudikan Adi, warga asal Pamekasan.

"Benar, ada kecelakaan tunggal di KM 749/B Sidoarjo arah Waru, bermuatan kacang merah. Sempat membuat macet karena peristiwa tersebut terjadi saat jam padat," ujar Mulyani dikutip dari iNews Sidoarjo, Selasa (18/8/2026).

Dalam kecelakaan tersebut, tidak terdapat korban jiwa. Meski kendaraan sempat terguling dan mengganggu perjalanan pengguna tol, kondisi lalu lintas dapat ditangani setelah proses evakuasi dilakukan.

Baca Juga:10 Tahun Arbitrase Laut China Selatan Tak Mempan, Saatnya Mulai Perundingan COC

Petugas kemudian mengevakuasi kendaraan menggunakan derek Jasa Marga. Setelah pikap berhasil dipindahkan dari badan jalan, arus kendaraan di ruas Tol Sidoarjo arah Waru kembali berangsur normal.

Tidak ada laporan korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Petugas memastikan penanganan dilakukan agar gangguan lalu lintas tidak berlangsung lama.

Pengendara yang melintas diimbau tetap berhati-hati, terutama saat melewati ruas tol pada jam padat. Pengguna jalan juga diminta memastikan kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan untuk mencegah kecelakaan.

#jatim

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gus Yaqut: Saya Tak Pernah Perintahkan Staf untuk Korupsi
• 9 jam lalu
0
thumb
Ekonomi Tak Cukup Sekadar Bertahan
• 19 jam lalu
0
thumb
BMKG Ungkap Potensi Awan Cumulonimbus 18-24 Agustus 2026, Samudra Hindia Barat Nias Kembali Zona FRQ
• 19 jam lalu
0
thumb
Mengenal Vibecession, Kecemasan Ekonomi yang Dirasakan Gen Z-Edukasi Ekonomi
• 10 jam lalu
0
thumb
OIKN alokasikan Rp5,3 triliun guna bangun kawasan legislatif-yudikatif
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.