VIVA – Masa depan John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia mulai menjadi sorotan setelah Skuad Garuda gagal melangkah ke semifinal ASEAN Championship 2026.
Kegagalan tersebut menjadi hasil mengecewakan karena Indonesia datang dengan materi pemain yang dinilai cukup kuat untuk bersaing memperebutkan gelar juara. Namun, perjalanan Garuda justru terhenti di fase grup setelah hanya finis di posisi ketiga Grup A.
Situasi itu membuat evaluasi terhadap performa Timnas Indonesia tak terhindarkan. Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menegaskan, evaluasi terhadap tim nasional memang selalu dilakukan, baik ketika meraih hasil positif maupun saat mengalami kegagalan.
"Ketua Umum PSSI selalu melakukan evaluasi," kata Yunus Nusi.
Menurut Yunus, evaluasi tidak hanya dilakukan setelah tim mendapatkan hasil buruk. Setiap pencapaian Timnas Indonesia juga menjadi bahan pembahasan PSSI untuk melihat perkembangan tim secara menyeluruh.
"Evaluasi dan diskusi selalu dilakukan oleh Ketua Umum bersama BTN, Exco, dan pelatih," ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa performa John Herdman bersama Timnas Indonesia berada dalam radar evaluasi PSSI. Terlebih, kegagalan di ASEAN Championship 2026 menambah catatan tersingkirnya Indonesia pada fase grup turnamen tersebut.
Herdman menjadi pelatih keenam yang membawa Timnas Indonesia gagal melewati fase grup Piala AFF atau ASEAN Championship setelah Peter Withe pada 2007, Nil Maizar pada 2012, Alfred Riedl pada 2014, Bima Sakti pada 2018, dan Shin Tae-yong pada 2024.
Herdman Dinilai Gagal Membaca Sepak Bola Asia TenggaraSorotan terhadap Herdman tidak hanya datang dari hasil akhir. Pengamat sepak bola Hadi Gunawan alias Bung Ahay menilai pelatih asal Inggris tersebut belum mampu membaca karakter sepak bola Asia Tenggara dengan baik.
Bung Ahay menilai persoalan teknis di lapangan menjadi tanggung jawab utama Herdman. Menurutnya, PSSI memang harus bertanggung jawab sebagai organisasi, tetapi keputusan taktik dan strategi selama pertandingan berada di tangan pelatih.
"Kalau kita bicara tim, tanggung jawab itu harus dipikul sama sekali oleh John Herdman sebagai seorang pelatih," kata Bung Ahay di YouTube Bangku Cadangan Podcast.
Ia menilai Indonesia sebenarnya memiliki modal yang cukup untuk bersaing. Materi pemain yang tersedia dianggap mampu membawa Garuda melaju jauh, tetapi keputusan di lapangan membuat peluang tersebut gagal dimaksimalkan.






Komentar (0)