REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengembangan usaha peternakan rakyat di Indonesia terkendala faktor efisiensi pakan dan kecukupan nutrisi mikro. Menjawab persoalan tersebut, tim pengabdi lintas disiplin dari Universitas Perjuangan Tasikmalaya (Unper) bersama Universitas Siliwangi (Unsil) menghadirkan inovasi teknologi Mineral Molasses Block (MMB) demi memperkuat nutrisi dan kesehatan ternak domba.
Program hibah Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Tahun Ke-2 dari Kemendiktisaintek, berjalan dengan mendampingi dua mitra di perdesaan, yaitu Kelompok Tani (Poktan) Tunas Harapan dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Roay Lestari. Ketua tim pengabdi, Dwi Wijayanti, Ph.D., menjelaskan, peternakan domba rakyat umumnya masih mengandalkan pakan hijauan tunggal tanpa suplementasi zat gizi mikro.
Baca Juga
Teknologi Tepat Guna Dosen UNISA Bandung Bantu UMKM Kremes Simadu Tingkatkan Produksi
Dosen STKIP Taman Siswa Bima Berdayakan Guru SD Susun LKPD Berbasis Kearifan Lokal Mbojo
Dosen UBSI Kampus Tasikmalaya Perkuat Daya Saing UMKM Lewat Digitalisasi
Padahal, sambung dia, kualitas hijauan segar kerap berfluktuasi. "Kondisi ketidakseimbangan nutrisi ini memicu fenomena hidden hunger atau kelaparan tersembunyi pada ternak. Secara fisik domba terlihat kenyang karena rumennya penuh serat, namun secara fisiologis ternak mengalami defisiensi akut mineral esensial dan energi terlarut," ujar Dwi dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Menurut Dwi, akibat dari defisiensi nutrisi, laju pertumbuhan ternak menjadi tidak optimal. Pun berdampak efisiensi reproduksi terganggu hingga sistem kekebalan tubuh domba menurun. Untuk mengatasi masalah tersebut, MMB hadir sebagai pakan suplemen padat berbentuk blok jilat (lick block).
Komentar (0)