Sebagian Objek Wisata di NTT Ditutup Sementara Pascagempa, Ada Wae Rebo hingga Taman Nasional Kelimutu

viva.co.id
53 menit lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah destinasi wisata unggulan Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) ditutup untuk sementara demi memastikan keselamatan wisatawan pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang kawasan tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, mengatakan penutupan sementara dilakukan pada objek wisata yang membutuhkan pemeriksaan serta pemulihan kelayakan infrastruktur.

Baca Juga :
Satelit Telkomsat Dioptimalkan Untuk 17 Titik Daerah Terdampak Gempa NTT
Anak Korban Gempa NTT Dapat Trauma Healing dan Perpustakaan Keliling di Pengungsian

"Beberapa tempat wisata saat ini masih ditutup untuk sementara, seperti Goa Rangko di Kabupaten Manggarai Barat, Kampung Adat Wae Rebo di Manggarai, dan Taman Nasional Kelimutu di Kabupaten Ende," kata Berton.

Berton menjelaskan otoritas pariwisata daerah akan terus memperbarui informasi resmi mengenai pembukaan kembali destinasi-destinasi tersebut setelah penanganan dan verifikasi keamanan selesai dilakukan oleh petugas di lapangan.

Meski demikian aktivitas pariwisata di kawasan Taman Nasional (TN) Komodo dan sekitarnya dipastikan tetap beroperasi secara normal dan dapat diakses oleh wisatawan domestik maupun mancanegara tanpa adanya insiden.

Berdasarkan hasil pendataan BNPB, sebanyak delapan objek daya tarik wisata dilaporkan mengalami rusak ringan.

Sementara pada sektor akomodasi pariwisata tercatat dua hotel dan tiga pondok tinggal (homestay) mengalami rusak berat serta 10 hotel dan lima homestay mengalami rusak ringan yang tersebar di beberapa kabupaten terdampak, termasuk Nagekeo.

"Memastikan keselamatan dan keamanan seluruh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, serta kelayakan infrastruktur pariwisata adalah prioritas," kata Berton.

BNPB sebelumnya melaporkan data sementara bahwa ada lebih dari 5.000 orang mengungsi baik secara mandiri maupun menempati posko pengungsian umumnya karena rumah mereka rusak ringan hingga berat akibat guncangan gempa M7,7.

Hasil pendataan tim petugas gabungan di lapangan mencatat sedikitnya ada 914 rumah mengalami rusak berat, 126 rusak sedang, dan 317 rusak ringan, akibat getaran gempa tersebut.

Adapun kerusakan parah juga menimpa puluhan fasilitas publik, antara lain 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, serta 38 kantor pemerintah.

Sampai dengan Senin 17 Agustus ada sebanyak 68 korban meninggal dunia. Mereka berasal dari Kabupaten Manggarai sebanyak 26 jiwa, Kabupaten Manggarai Timur 24 jiwa, Kabupaten Nagekeo sebanyak delapan jiwa, Kabupaten Sikka empat jiwa, Kabupaten Ende 2 jiwa, Kabupaten Manggarai Barat dua jiwa, dan Kabupaten Ngada dua jiwa. (Ant)

Baca Juga :
Salurkan Bantuan ke Korban Gempa, Dasco hingga Purbaya Bakal Bertolak ke NTT Besok
Kolombia Catat Kerugian Akibat Gempa Capai Rp 133 Triliun
DPR Minta Menkeu Purbaya Relokasi Anggaran buat Bantu Korban Gempa di NTT

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
6 Jam Kebakaran Gudang ATK di Bekasi Belum Padam, Damkar Masih Berjibaku
• 16 jam lalu
0
thumb
Besok 18 Agustus 2026 BEM UI Demo di Bundaran HI, Panggilan untuk Rakyat yang Merasa Dijajah!
• 16 jam lalu
0
thumb
Seru! Turis Eropa Ikut Lomba Rayakan HUT ke-81 RI di Surabaya
• 15 jam lalu
0
thumb
Pramono Tegaskan WFH dan PJJ DKI Mengacu Arahan Mendagri
• 3 jam lalu
0
thumb
Intip Sosok Pilot di Balik Manuver Pesawat Tempur Rafale di HUT ke-81 RI | JMP
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.