Surabaya (beritajatim.com) – Umat Islam di Indonesia akan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah pada Selasa, 25 Agustus 2026. Momentum ini menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk kembali mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus memperbanyak shalawat, doa, zikir, serta meneladani akhlak Rasulullah.
Memasuki bulan Rabiul Awal, yang dikenal luas sebagai bulan Maulid, umat Islam dapat mengisinya dengan berbagai amalan. Di antaranya membaca shalawat, memperbanyak zikir, bersedekah, membaca Al-Qur’an, serta memanjatkan doa sebagai bentuk syukur atas diutusnya Nabi Muhammad SAW.
Melansir dari portal resmi Nahdlatul Ulama disebutkan sejumlah amalan yang dapat dilakukan saat Maulid Nabi, antara lain zikir, shalawat, dan berbagi makanan. Peringatan Maulid juga dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah dan mengingat kembali keteladanan beliau.
Doa Menyambut Bulan Maulid Nabi
Salah satu doa yang dapat dibaca untuk menyambut bulan Maulid adalah doa yang diijazahkan Habib Umar bin Hafidz dan dimuat NU Online.
Berikut bacaannya:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي خَاتِمَةِ شَهْرِنَا هَذَا، وَأَقْدِمْ عَلَيْنَا رَبِيعَ الأَوَّلِ بِصَلَاحِ الْبِلَادِ وَالْعِبَادِ، وَدَفْعِ الْبَلَاءِ وَالْفَسَادِ، وَتَفْرِيحِ كُرَبِ أُمَّةِ حَبِيبِكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْخَافِي وَالْبَادِ، يَا كَرِيمُ يَا جَوَادُ
Latin:
Allahumma barik lana fi khatimat syahrina hadza, wa aqdim ‘alaina Rabi’al Awwala bishalahil biladi wal ‘ibadi, wa daf’il bala’i wal fasadi, wa tafriji kurabi ummati habibika Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallama fil khafi wal bad, ya karimu ya jawad.
Artinya:
“Ya Allah, berkahilah kami pada akhir bulan ini. Datangkanlah kepada kami bulan Rabiul Awal dengan kebaikan negeri dan para hamba, jauhkanlah bencana dan kerusakan, serta lapangkanlah kesulitan umat kekasih-Mu, Nabi Muhammad SAW, baik yang tersembunyi maupun yang tampak. Wahai Dzat Yang Maha Mulia lagi Maha Dermawan.”
Doa tersebut pada dasarnya berisi permohonan agar kedatangan Rabiul Awal membawa keberkahan, kebaikan bagi masyarakat, keselamatan dari bencana dan kerusakan, serta kemudahan bagi umat Nabi Muhammad SAW.
Perbanyak Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW
Selain doa menyambut bulan Maulid, umat Islam juga dapat memperbanyak bacaan shalawat.
Salah satu bacaan yang sederhana adalah:
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Latin:
Allahumma shalli wa sallim ‘ala Sayyidina Muhammadin wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad.
Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad.”
Bacaan shalawat semacam ini juga terdapat dalam rangkaian bacaan Maulid Diba’i.
Membaca shalawat dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk mengisi bulan Maulid. Tidak harus menunggu acara peringatan besar, shalawat dapat diamalkan kapan saja sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.
Doa dalam Maulid Diba’i
Bagi masyarakat yang terbiasa membaca Maulid Diba’i, terdapat rangkaian doa dan shalawat yang secara khusus mengagungkan Nabi Muhammad SAW.
Salah satu penggalannya berbunyi:
يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدْ ۞ يَا رَبِّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ
Ya Rabbi shalli ‘ala Muhammad, ya Rabbi shalli ‘alaihi wa sallim.
Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad. Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepadanya.”
Dalam rangkaian tersebut juga terdapat doa agar umat memperoleh keberkahan, perlindungan, kebahagiaan, keselamatan, dan memperoleh syafaat Nabi Muhammad SAW.
Doa Maulid Adl-Dliya’ul Lami’
Selain Maulid Diba’i, masyarakat juga mengenal Adl-Dliya’ul Lami’, yang memuat rangkaian shalawat dan doa untuk Nabi Muhammad SAW.
Salah satu pembuka doanya adalah:
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, Allahumma shalli wa sallim ‘ala Sayyidina Muhammad.
Artinya:
“Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad.”
Rangkaian doa tersebut kemudian dilanjutkan dengan permohonan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, serta para sahabat beliau.
Amalan Menyambut Maulid Nabi?
Selain membaca doa dan shalawat, ada sejumlah amalan yang dapat dilakukan untuk mengisi bulan Maulid.
1. Memperbanyak shalawat
Membaca shalawat menjadi salah satu amalan yang sangat identik dengan bulan Maulid. Shalawat dapat dibaca secara pribadi maupun bersama-sama dalam majelis.
2. Membaca Al-Qur’an
Bulan Maulid dapat menjadi momentum untuk meningkatkan interaksi dengan Al-Qur’an. Membaca dan memahami kandungannya dapat membantu umat meneladani ajaran yang dibawa Rasulullah.
3. Membaca sejarah kehidupan Nabi
Mengenal perjalanan hidup Rasulullah SAW penting agar peringatan Maulid tidak berhenti pada acara seremonial. Kisah perjuangan, kesabaran, kepemimpinan, dan akhlak Nabi dapat menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.
4. Bersedekah dan berbagi
Berbagi makanan kepada keluarga, tetangga, fakir miskin, atau masyarakat sekitar juga menjadi salah satu bentuk rasa syukur yang dapat dilakukan pada momentum Maulid. NU Online mencatat berbagi makanan sebagai salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan masyarakat dalam menyambut Maulid Nabi.
5. Memperbanyak doa
Momentum Maulid juga dapat digunakan untuk memohon ampunan, kesehatan, keselamatan, keberkahan rezeki, ketenteraman keluarga, serta kebaikan bagi masyarakat dan bangsa.
Apakah Ada Doa Khusus yang Wajib Dibaca Saat Maulid?
Tidak ada satu doa yang wajib dibaca khusus ketika memasuki Maulid Nabi. Doa menyambut bulan Maulid yang berkembang di masyarakat merupakan bagian dari tradisi amaliyah dan doa yang diajarkan atau diijazahkan para ulama.
Karena itu, umat Islam dapat membaca doa yang sesuai dengan kebutuhannya, memperbanyak shalawat, membaca Al-Qur’an, berzikir, bersedekah, dan melakukan berbagai amal kebaikan.
Yang tidak kalah penting, peringatan Maulid hendaknya menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan menerapkan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Maulid Nabi 2026 Jatuh pada 25 Agustus
Bagi masyarakat Indonesia, Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tahun ini bertepatan dengan Selasa, 25 Agustus 2026. Tanggal tersebut tercantum dalam kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama.
Sejumlah kegiatan menyambut Maulid juga mulai dipersiapkan di berbagai daerah. Kementerian Agama Kepulauan Seribu, misalnya, telah mempersiapkan Festival Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Agustus hingga 2 September 2026.
Dengan demikian, menyambut Maulid Nabi tidak hanya berarti mempersiapkan acara pengajian atau pembacaan maulid. Lebih jauh, momentum ini dapat menjadi pengingat untuk memperbanyak shalawat, memperbaiki akhlak, mempererat silaturahmi, membantu sesama, dan mengikuti keteladanan Nabi Muhammad SAW. [aje]





Komentar (0)