Anak Korban Gempa NTT Dapat Trauma Healing dan Perpustakaan Keliling di Pengungsian

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Penanganan korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya dilakukan dengan memenuhi kebutuhan dasar selama berada di pengungsian. Pemulihan psikososial bagi masyarakat terdampak, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, juga mulai diperkuat.

Salah satu upaya tersebut dilakukan di posko pengungsian GOR Samador, Kabupaten Sikka. Anak-anak korban gempa yang masih berada di lokasi pengungsian mendapatkan pendampingan melalui kegiatan trauma healing serta akses perpustakaan keliling.

Baca Juga :
DPR Soroti Gempa NTT, Dasco Minta Korban Segera Ditangani dan Pemerintah Bergerak Cepat
7.968 Rumah dan 744 Fasum-Infrastruktur Rusak Akibat Gempa di NTT

Kegiatan tersebut diberikan agar anak-anak tetap memiliki ruang untuk bermain, belajar, dan berinteraksi meski harus tinggal di tengah kondisi pengungsian akibat bencana.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan mengatakan, aspek psikologis dan sosial masyarakat terdampak merupakan bagian penting dalam penanganan bencana.

“Kehadiran perpustakaan keliling dan trauma healing di GOR Samador menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis dan sosial masyarakat terdampak,” kata Berton dalam keterangan resminya, Selasa (18/8/2026).

Anak Diajak Bermain hingga Bernyanyi

Dalam kegiatan trauma healing, anak-anak pengungsi diajak mengikuti berbagai aktivitas yang disesuaikan dengan usia mereka.

Para pendamping mengajak anak bermain bersama untuk memberikan ruang bagi mereka tetap beraktivitas dan berinteraksi dengan anak-anak lainnya selama berada di pengungsian.

Kegiatan tersebut dikemas secara interaktif dengan berbagai permainan edukatif. Anak-anak juga diajak bercerita, bernyanyi, hingga mengikuti aktivitas kelompok.

Pendekatan tersebut diberikan untuk membantu anak menghadapi tekanan psikologis yang mungkin muncul setelah mengalami situasi bencana.

“Hal ini dilakukan untuk membantu anak-anak mengekspresikan perasaan serta mengurangi kecemasan dan tekanan akibat situasi bencana,” jelas Berton.

Melalui kegiatan tersebut, anak-anak tetap dapat melakukan aktivitas yang sesuai dengan dunia mereka meskipun kondisi di sekitar masih dalam tahap penanganan pascagempa.

Perpustakaan Keliling Jaga Aktivitas Belajar

Selain pendampingan psikologis, anak-anak di GOR Samador juga mendapatkan akses terhadap perpustakaan keliling.

Layanan tersebut dihadirkan untuk menjaga agar kegiatan belajar dan bermain anak tidak sepenuhnya terhenti selama mereka tinggal di pengungsian.

Baca Juga :
Gempa 7,7 M Guncang NTT, Listrik Pulih 99,5 Persen dan Akses Jalan Mulai Normal
Pemerintah Belum Butuh Bantuan Asing untuk Tangani Gempa NTT, Prasetyo Hadi Ungkap Alasannya
PNM Peduli Ulurkan Tangan untuk Korban Gempa di NTT

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Wamendagri: 18 Agustus 2026 Bukan Cuti Bersama, tapi Ada Kelonggaran untuk Pesta Rakyat
• 21 jam lalu
0
thumb
75 Anggota Paskibraka Situbondo Dapat SIM C Gratis dari Pemkab dan Polres
• 3 jam lalu
0
thumb
BMKG: 2.119 Gempa Bumi Susulan Terjadi di NTT
• 7 jam lalu
0
thumb
Pertamina pastikan bantuan masyarakat terdampak gempa tepat sasaran
• 17 jam lalu
0
thumb
Video: Pesta Rakyat HUT ke-81 RI Digelar di Monas Hingga Bundaran HI
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.