Pelaku Pembunuhan Pasutri dan Bayi 2 Tahun di Palu Masuk DPO

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Polresta Palu terus memburu terduga pria berinisial AK, pelaku pembunuhan satu keluarga di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), pada Minggu (26/7) sekitar pukul 23.30 WITA.

Dalam kasus ini tersebut, korban Jamil (32), istrinya, Nurhanisa (23), dan anak mereka yang masih bayi, RI (2), tewas.

Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail Boby mengatakan, pihaknya telah mengidentifikasi terduga pelaku berinisial AK. Dia merupakan rekan kerja sekaligus teman sekampung korban di Sulawesi Selatan.

"Pelaku berinisial AK," kata Ismail Boby kepada kumparan, Selasa (18/8).

Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa sembilan orang saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) beberapa kali.

"Untuk saat ini, AK sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO)," bebernya.

Ismail mengimbau AK segera menyerahkan diri. Ia memastikan polisi akan terus memburu terduga pelaku.

"Pelaku diduga sudah kabur atau keluar daerah Sulteng. Kami minta segera menyerahkan diri," imbuhnya.

Kasat Reskrim enggan membeberkan alasan atau kendala yang dihadapi polisi sehingga AK belum berhasil ditangkap.

Sosok AK

Polisi telah mengantongi identitas terduga pelaku pembunuhan yang menewaskan satu keluarga tersebut. AK diketahui merupakan rekan kerja Jamil.

Ismail mengatakan, AK diduga menjadi pelaku utama karena merupakan orang terakhir yang bersama korban sebelum peristiwa tersebut terjadi.

Polisi mengungkapkan, pada sore hari sebelum kejadian, Jamil sempat mendatangi rumah AK untuk mengambil sepeda motor.

"Untuk identitas terduga pelaku sudah kami ketahui, dia berinisial AK. Rekan korban sendiri," kata Ismail.

Dari hasil olah TKP, polisi menemukan sejumlah luka tusuk pada tubuh Jamil. Penyidik menduga Jamil lebih dulu diserang dan dibunuh sebelum anggota keluarganya yang lain menjadi korban.

"Kemungkinan sebelum itu (istri korban berteriak), pelaku sudah dulu melakukan penganiayaan terhadap saudara J hingga meninggal dunia, karena ditemukan beberapa luka tusuk di tubuh korban," bebernya.

Balita Diduga Kehabisan Napas

Sementara itu, penyebab kematian RI diduga berbeda dengan ayah dan ibunya. Balita berusia 2 tahun tersebut diduga tidak menjadi korban serangan senjata tajam, melainkan mengalami kekerasan yang menyebabkan kehabisan napas.

"Kalau karena senjata tajam sepertinya tidak. Kemungkinan wajahnya ditindih menggunakan bantal atau benda lain," ungkap Ismail.

Meski telah mengantongi identitas terduga pelaku, polisi belum dapat memastikan motif di balik dugaan pembunuhan satu keluarga tersebut.

Penyidik masih memburu AK dan menunggu penangkapannya untuk mengungkap motif serta kronologi kejadian secara lebih lengkap.

"Sampai sekarang belum diketahui apa penyebab sehingga terduga pelaku AK melakukan penganiayaan. Antara korban dan terduga pelaku tidak ada hubungan keluarga. Mereka satu tempat kerja," tandasnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Melestarikan Jamu Agar Tetap Dekat dengan Generasi Masa Kini
• 5 jam lalu
0
thumb
Bea Cukai Gagalkan Ekspor 22 Kilogram Emas Batangan Tanpa Dokumen di T3 Soetta
• 1 jam lalu
0
thumb
Massa BEM UI Dicegat Barikade Polisi Saat Hendak Menuju Bundaran HI
• 3 jam lalu
0
thumb
Populer: ASN DKI WFH 50 Persen; Anggaran Bencana NTT Rp 5 T
• 13 jam lalu
0
thumb
Azis Sefudin Mendesak Pemerintah Percepat Penanganan Korban Gempa Magnitudo 7,7 di NTT
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.