Aksi Direktur-Komisaris Astra (ASII) Borong 551 Ribu Saham

katadata.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Jajaran direksi dan komisaris PT Astra International Tbk (ASII) terpantau melakukan pembelian saham perseroan. Transaksi itu berlangsung sejak awal perdagangan bulan ini, dengan nilai berkisar ratusan juta hingga miliaran rupiah.

Direktur ASII Djap Tet Fa tercatat membeli 500.000 saham perseroan pada 12 Agustus 2026. Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Fa membeli saham tersebut dengan harga Rp 4.825 per saham.

Dengan demikian, Fa mengeluarkan dana sekitar Rp 2,41 miliar untuk transaksi yang dilakukan untuk tujuan investasi tersebut. Setelah transaksi, kepemilikan Fa di ASII meningkat dari 3 juta saham atau 0,0074% menjadi 3,5 juta saham atau 0,0086% dari total saham beredar.

"Tujuan transaksi, investasi," tulis Fa dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Selasa (18/8).

Sebelumnya, Komisaris ASII Prijono Sugiarto juga membeli saham perseroan pada 3 Agustus 2026. Ia tercatat membeli 51.300 saham ASII dengan harga Rp 5.073 per saham.

Prijono mengeluarkan dana sekitar Rp 260,24 juta untuk transaksi tersebut. Kepemilikannya di ASII pun meningkat dari 5.535.800 saham atau 0,0135% menjadi 5.587.100 saham atau 0,0138%.

Di lantai BEI, saham ASII tercatat naik 0,42% ke level Rp4.810 per saham pada perdagangan Selasa (18/8) pukul 11.27 WIB. Namun, secara year to date (ytd), harga saham ini masih terkoreksi 28,51%.

Laba ASII Anjlok 19% Semester Pertama 2026

ASII membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 12,53 triliun pada semester pertama 2026. Angka tersebut turun 19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau year on year (YoY) yang mencapai Rp 15,51 triliun. 

Anjloknya laba raksasa otomotif itu disebabkan turunnya kontribusi bisnis solusi pertambangan dan alat berat yang dijalankan lewat anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR). Hal itu terjadi seiring dengan turunnya penjualan emas dan perlambatan bisnis batu bara.

“Pada semester pertama 2026, grup mencatat peningkatan kontribusi dari bisnis otomotif dan jasa keuangan. Namun, penurunan kontribusi dari bisnis solusi pertambangan dan alat berat mengakibatkan penurunan laba bersih grup secara keseluruhan,” tulis Presiden Direktur ASII, Rudy, dikutip dari keterangan resmi pada Kamis (30/7).

Pendapatan bersih konsolidasian grup pun turun 3% menjadi Rp 157,91 dari Rp 162,86 triliun secara tahunan. Rudy mengaku anjloknya kontribusi dari bisnis solusi pertambangan & alat berat menjadi tekanan bagi Grup Astra, meski sebagian besar anak usahanya yang lain membukukan kenaikan pendapatan dan laba.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Prabowo Diapit Jokowi-Gibran, Mensesneg: Itu Kebetulan
• 16 jam lalu
0
thumb
Ucapan Selamat HUT Ke-81 RI Mengalir dari Dubes Berbagai Negara
• 23 jam lalu
0
thumb
Ronaldo Mulai Bicara Kehidupan Setelah Sepak Bola, Ada Padel dan Liburan Bersama Keluarga
• 13 jam lalu
0
thumb
Penyelundupan Emas Marak, Bea Cukai Kembali Sita Emas Senilai Puluhan Miliar Rupiah
• 1 jam lalu
0
thumb
Messi Sedang Berduka, Suporter Nashville Malah Ejek La Pulga dan Infantino
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.