Malaysia Airlines Tes Narkoba 2.840 Awak Kabin Imbas Penangkapan Pilot di Soetta

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Malaysia Airlines (MAS) melakukan tes narkoba kepada 1.260 pilotnya menyusul penangkapan salah satu pilotnya, Mohd Saufi bin Othman (39), di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) karena menyelundupkan narkoba 26 kg pada 29 Juli 2026.

Hasil tes urine Saufi juga menunjukkan positif tiga jenis narkoba. Saat ini Saufi ditahan di Indonesia untuk diproses hukum.

Malaysia Aviation Group (MAG), induk perusahaan MAS menyatakan, dari penapisan/tes narkoba wajib terhadap 1.260 pilot yang masih aktif, semuanya dinyatakan negatif narkoba.

Tahapan selanjutnya, giliran awak kabin MAS yang akan menjalani tes narkoba.

MAG dalam pernyataan yang dikutip dari The Star mengatakan, tes narkoba terhadap 2.840 awak kabin Malaysia Airlines akan dimulai hari ini (Selasa, 18/8) dan ditargetkan selesai pada 3 September.

Sementara itu, lebih dari separuh dari 158 pilot dan 163 awak kabin maskapai saudaranya, Firefly, telah menjalani pemeriksaan hingga 15 Agustus, dan seluruh hasilnya negatif.

MAG memperkirakan seluruh pemeriksaan di Firefly akan selesai pada 25 Agustus. Sedangkan awak kabin Malaysia Airlines selesai 3 September, lebih cepat dari batas waktu 5 September yang ditetapkan oleh Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM).

“Penyelesaian tahap pertama ini merupakan tonggak penting dalam langkah-langkah yang telah kami komitmenkan untuk diterapkan. Namun, pekerjaan tidak berhenti sampai di sini. Kami akan melanjutkan pemeriksaan terhadap kelompok operasional lainnya sehingga standar ketat yang sama diterapkan di seluruh maskapai kami,” kata Presiden sekaligus CEO Grup MAG, Capt Nasaruddin A. Bakar.

MAG mengatakan pihaknya akan terus melakukan tes narkoba secara acak yang dipimpin oleh tim keselamatan dan kesehatan, di samping kerangka kerja yang sudah ada terkait kelayakan seseorang untuk bertugas (fitness for duty).

Kerangka tersebut mencakup pemeriksaan sebelum bekerja, sertifikasi medis, serta pemeriksaan sebelum penerbangan.

Adapun penangkapan Saufi dilakukan otoritas Indonesia pada 29 Juli malam setelah pesawat yang membawanya, Malaysia Airlines dengan kode penerbangan MH727, tiba di Bandara Soetta.

MAG menegaskan, Saufi yang berpangkat second officer (perwira penerbang) ini, saat itu sedang off duty atau tidak sedang bertugas menerbangkan pesawat. Dia duduk di kursi tambahan (jump seat) di kokpit sebagai observer.

Penyidik dari kepolisian Malaysia (PDRM) pekan lalu telah terbang ke Jakarta untuk memeriksa Saufi yang ditahan penyidik Polri. Hasilnya, Saufi menyelundupkan narkoba sejak 2024.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dari Istana Merdeka ke Monas, Kirab Bendera Tutup Upacara Peringatan HUT ke-81 RI
• 19 jam lalu
0
thumb
Cegah Keracunan MBG, BGN Pertimbangkan Lakukan Test Kit di Setiap Dapur SPPG
• 3 jam lalu
0
thumb
Indonesia Capai Swasembada Pangan, Mentan Amran Sebut Ekspor Beras ke Malaysia Jadi Kado HUT Ke-81 RI
• 15 jam lalu
0
thumb
OJK Perkuat Sektor Jasa Keuangan, Tiga Amanah Strategis Jadi Fokus di HUT ke-81 RI
• 8 jam lalu
0
thumb
Antisipasi Lonjakan Penumpang di HUT RI, KAI Commuter Operasikan 1.065 Perjalanan
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.