Bukan China! Ini Pemberi Utang Nomor 1 RI

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita
Foto: Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) dan rupiah di Dolar Asia Money Changer, Jakarta, Rabu (8/7/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada kuartal II-2026 tetap terjaga. Posisi ULN Indonesia tercatat sebesar US$453,4 miliar, atau secara tahunan tumbuh 4,4% (yoy).

Perkembangan tersebut disebabkan oleh peningkatan ULN publik, baik dari pemerintah maupun bank sentral, di tengah kontraksi pertumbuhan ULN swasta yang levelnya lebih rendah dibanding periode sebelumnya.


Posisi ULN pemerintah pada kuartal II-2026 tercatat sebesar US$216,3 miliar, atau tumbuh 2,9% (yoy) - melambat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan I-2026 yang sebesar 3,8% (yoy).

Baca: BI: Utang Luar Negeri RI Tembus US$453,4 M di Q2-2026, Tumbuh 4,4%

Sementara itu, peningkatan ULN bank sentral terutama didorong oleh kenaikan kepemilikan investor non-residen terhadap instrumen moneter Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Ini sejalan dengan operasi moneter pro-market dan upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global yang kembali meningkat.

Di sisi lain, posisi ULN swasta pada kuartal II-2026 tercatat sebesar US$194,6 miliar, atau mengalami kontraksi 0,6% (yoy) - lebih rendah dibandingkan kontraksi 1,3% (yoy) pada triwulan I 2026.

Perkembangan tersebut terutama didorong oleh ULN lembaga keuangan (financial corporations) yang terkontraksi 3,4% (yoy), membaik dibandingkan kontraksi 6,3% (yoy) pada triwulan sebelumnya.

Baca: RI Mulai Menjauh dari China & Amerika dalam Urusan Utang

Jika ditelusuri, ULN Indonesia yang sebesar US$ 453,4 miliar pada akhir 2025 itu sebagian besar berasal dari negara pemberi pinjaman dengan nilai US$ 210,40 miliar, diikuti organisasi internasional US$ 47,18 miliar, dan lainnya US$ 187,45 miliar.

Dari negara asal ULN Indonesia, Singapura tercatat sebagai pemberi utama dengan nilai US$ 51,07 miliar pada kuartal II-2026. Lalu, diikuti oleh Amerika Serikat US$ 29,53 miliar dan China US$ 25,69 miliar pada kuartal II-2026.

Sedangkan berdasarkan lembaga atau organisasi, pinjaman terbesar berasal dari Bank Internasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (IBRD) milik World Bank sebesar US$ 21,32 miliar, Asian Development Bank (ADB) US$ 12,23 miliar, dan IMF US$ 8,72 miliar.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:
BI Minta Bank Konsisten Pacu Kredit, Jangan "Parkir Dana" di SBN

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gus Yaqut Tiba di PN Tipikor, Jalani Sidang Perlawanan Kasus Kuota Haji
• 7 jam lalu
0
thumb
Kisah Bidan Tangani Persalinan di Tengah Gempa NTT, Pakai Senter HP untuk Penerangan
• 22 jam lalu
0
thumb
Momen Langka Presiden Prabowo Tiba-Tiba Panggil Semua Komandan Upacara Usai Bendera Diturunkan, Ada Apa?
• 13 jam lalu
0
thumb
Serunya Lomba Panjat Gedebok Pisang Warga Pulo Gebang, Berebut Perabotan
• 15 jam lalu
0
thumb
Bungkam Yordania, Thailand Menyusul Garuda Pertiwi ke Semifinal Srikandi Merdeka Cup
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.