Startup Tutup Dua Minggu supaya Karyawan Happy, Hasilnya Tak Terduga

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Freepik
Daftar Isi
  • Terinspirasi Budaya Kerja Patagonia
  • Atasi Keraguan Orang Tua dan Investor
  • Target 100 Klub pada 2030

Jakarta, CNBC Indonesia - Keseimbangan antara karier dan kehidupan pribadi (work-life balance) sering menjadi isu krusial di dunia kerja. Menjawab tantangan tersebut, Britt Riley, pendiri sekaligus CEO Haven, merancang bisnis fasilitas pengasuhan anak (childcare) yang berfokus pada efisiensi waktu orang tua dan kesejahteraan karyawan.

Selama tujuh tahun terakhir, Riley berhasil membangun jaringan klub yang menggabungkan layanan penitipan anak (daycare), ruang kerja (workspace), hingga pusat kebugaran (fitness) dalam satu atap. Hingga kini, Haven telah mengantongi pendanaan sekitar US$20 juta (sekitar Rp357 miliar) dan resmi mengepakkan sayap bisnisnya melalui skema waralaba (franchise).

Sejak berdiri pada 2019, Riley konsisten menempatkan kesejahteraan 60 karyawannya sebagai prioritas utama. Salah satu kebijakan ekstrem yang diterapkannya adalah menutup total operasional perusahaan selama dua minggu setiap tahunnya, yakni satu minggu di musim panas dan satu minggu di akhir tahun.


Kebijakan ini memungkinkan karyawan unplug atau lepas dari beban kerja sepenuhnya tanpa gangguan email maupun rapat, sembari tetap menerima gaji penuh.

Terinspirasi Budaya Kerja Patagonia

Riley mengungkapkan inspirasi kebijakan cuti wajib ini berawal dari pengalaman studinya saat meneliti budaya kerja Patagonia di masa kuliah.

Pilihan Redaksi
  • Prabowo Ngomong Soal Syarat Pasar Modal Baik, Sebut Startup
  • Anwar Ibrahim Buka-bukaan Korban Gibran, Rp 880 Miliar Lenyap Seketika

"Di Patagonia, prinsip 'Let my people go surfing' bukan sekadar slogan manis. Saya melihat langsung bagaimana perusahaan yang sukses dan profitable memercayai timnya untuk mengelola waktu mereka sendiri. Hal itu justru melahirkan dedikasi dan kinerja maksimal," ujar Riley, dikutip dari artikel as-told-to.

Pengalaman tersebut membentuk filosofi kepemimpinannya saat mendirikan Haven. Mengingat dirinya tidak memiliki latar belakang di bidang pengasuhan anak, Riley melihat industri ini dari sudut pandang luar yang dinilainya perlu pembenahan.

"Di industri ini, pendidik anak usia dini kerap dianggap sebatas penambal jadwal (coverage), bukan manusia. Banyak staf kami bercerita bahwa di tempat kerja sebelumnya, mengambil cuti pribadi membuat mereka merasa bersalah," jelasnya.

Atasi Keraguan Orang Tua dan Investor

Langkah meliburkan tempat daycare sempat memicu keraguan. Sebab, dalam bisnis pengasuhan anak, terdapat aturan tak tertulis bahwa operasional tidak boleh berhenti.

Namun, para orang tua penerima layanan (members) justru mendukung kebijakan tersebut. Sebagai pihak yang mengasuh anak setiap hari, para orang tua sangat memahami dampak kelelahan ekstrem (burnout).

Untuk meminimalkan kendala bagi rumah tangga dengan orang tua bekerja (dual-income), Haven mengumumkan jadwal penutupan operasional sejak setahun sebelumnya. Selain itu, jadwal libur juga ditempatkan pada pekan-pekan tersepi dalam setahun.

"Dibandingkan dengan risiko turnover (pergantian) karyawan dan penurunan kualitas energi tim, memberikan libur dua minggu adalah investasi yang sangat murah dalam jangka panjang," tegas Riley.

Hasilnya, Haven berhasil mengantongi sertifikasi Great Place to Work dengan tingkat kepuasan karyawan mencapai 100%.

Target 100 Klub pada 2030

Konsep utama yang diusung Haven adalah familycare, yakni memangkas waktu perjalanan orang tua. Di Haven, orang tua dapat menitipkan anak di kelas berbasis permainan berlisensi dengan kurikulum Haven Method, lalu berjalan beberapa langkah untuk bekerja, berolahraga, hingga menikmati fasilitas relaksasi.

Strategi ini terbukti mendongkrak kinerja keuangan perusahaan. Kinerja keuangan Haven tercatat terus tumbuh saban tahun sejak 2019 dengan margin yang sehat.

Sejak Januari, volume prospek minat waralaba melonjak hingga empat kali lipat. Menariknya, sebanyak 86% pengajuan pembukaan klub baru didominasi oleh kaum perempuan.

Haven membidik target ekspansi secara agresif hingga 2030:

  • Target Jaringan: Membuka lebih dari 100 klub Haven di seluruh Amerika Serikat.

  • Pembukaan Lapangan Kerja: Menciptakan ribuan lapangan kerja baru untuk pendidik, direktur, manajer umum, dan pemilik waralaba.

  • Target Kepuasan: Mempertahankan skor Great Place to Work di angka 100%.

"Saran saya untuk para founder, tanamkan nilai-nilai Anda ke dalam struktur perusahaan, bukan sekadar tulisan di dinding. Selain itu, jaga rasa ingin tahu dan percayalah sepenuh hati pada apa yang Anda kerjakan," pungkasnya.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Inovasi Fintech Lending Atasi Gap Kredit UMKM Sebesar Rp2.400 T

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Wajah Baru Gedung Sate, Mendekatkan Warga dengan Simbol Jabar
• 20 jam lalu
0
thumb
520 Nama Anak Perempuan Inggris Cantik Huruf A Sampai Z!
• 1 jam lalu
0
thumb
Presiden Iran Tawarkan Bantuan untuk Gempa NTT
• 9 jam lalu
0
thumb
KBRI Windhoek Gelar Donor Darah, HUT ke-81 RI Perkuat Kepedulian Sosial di Namibia
• 2 jam lalu
0
thumb
Foto: Karnaval dan Drone Show Meriahkan Malam Jakarta
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.