Danantara Dorong Kemandirian Ekonomi Indonesia Lewat Investasi dan Hilirisasi

medcom.id
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Indonesia punya sumber daya alam melimpah, tetapi kekayaan itu belum cukup jika hanya dijual sebagai bahan mentah. Di sinilah peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk mengelola aset negara, mendorong investasi strategis, memperkuat hilirisasi, hingga membuka jalan bagi penguasaan teknologi.
 
Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengubah kekuatan sumber daya alam Indonesia menjadi kapabilitas industri yang lebih mandiri. Investasi pun tidak hanya ditargetkan menghasilkan keuntungan, tetapi juga memberi dampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Danantara Konsolidasikan Aset BUMN Salah satu cara Danantara mendukung kemandirian ekonomi nasional adalah melalui konsolidasi dan optimalisasi aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
 
Aset BUMN yang dikelola secara lebih terintegrasi diharapkan bisa menjadi lebih produktif dan memberikan hasil yang lebih optimal.

Danantara juga membawa misi membangun BUMN yang lebih lincah, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai secara berkelanjutan. Artinya, pengelolaan BUMN tidak hanya dilihat dari besarnya aset yang dimiliki, tetapi juga bagaimana aset tersebut bisa menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih besar.
  Baca juga: Makna Kemerdekaan Ekonomi Indonesia dan Peran Danantara Dorong Hilirisasi dan Penguasaan Teknologi Kemandirian ekonomi juga tidak bisa dilepaskan dari hilirisasi. Indonesia didorong untuk tidak berhenti mengekspor komoditas dalam bentuk bahan mentah, tetapi mengolahnya menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi.
 
Strategi investasi Danantara turut diarahkan pada pengembangan industri berbasis material maju dan sektor-sektor strategis.
 
Selain investasi, transfer teknologi menjadi bagian penting. Kerja sama dengan mitra global diharapkan tidak sekadar mendatangkan modal, tetapi juga membuka peluang transfer teknologi serta riset bersama dengan lembaga di dalam negeri.
 
Dengan begitu, Indonesia tidak hanya menjadi tempat investasi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan industri dan teknologi sendiri. Investasi Danantara Tak Hanya Mengejar Keuntungan Mandat investasi Danantara Investment Management juga mencakup penciptaan imbal hasil berkelanjutan, dampak ekonomi positif, serta penguatan ketahanan nasional.
 
Fokus investasinya antara lain diarahkan pada hilirisasi dan sektor-sektor yang dinilai penting bagi ketahanan ekonomi Indonesia.
 
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir mengatakan investasi yang dilakukan harus memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.
 
"Kami berfokus untuk turut membangun industri yang tangguh, membuka lebih banyak peluang, dan mendorong penciptaan lapangan kerja yang berkualitas bagi masyarakat," kata Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir, dikutip dari laman resmi Danantara.
 
Dengan pendekatan tersebut, investasi diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri domestik, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia. Rencana Danantara Development Management Fund Dalam pidatonya di Kompleks Parlemen, Jumat, 14 Agustus 2026, Presiden Prabowo Subianto juga mengungkapkan rencana pembentukan Danantara Development Management Fund (DDMF).
 
Lembaga ini nantinya diarahkan untuk membangun kapasitas bangsa melalui investasi di sektor strategis nasional.
 
DDMF akan menjadi instrumen untuk menyiapkan dan membiayai proyek-proyek strategis jangka panjang yang penting bagi Indonesia, tetapi belum dapat dibiayai melalui investasi komersial jangka pendek. Menariknya, proyek tersebut dirancang tidak menggunakan dana APBN. Target Investasi 2027 Tembus Rp2.322 Triliun Besarnya peran investasi dalam strategi ekonomi pemerintah tercermin dari target yang ditetapkan untuk 2027. CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani mengatakan pemerintah menargetkan realisasi investasi mencapai Rp2.322 triliun pada 2027. Angka tersebut naik Rp280,7 triliun atau sekitar 13,8 persen dibandingkan target investasi 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun.
 
“Sesuai Rencana Kerja Pemerintah untuk 2027, target investasi yang ditargetkan kepada kami oleh Pak Rachmat Pambudy sebagai Ketua Bappenas itu ditargetkan di 2027 adalah Rp2.322 triliun. Naik dari target tahun ini sebesar Rp2.041,3 triliun,” kata Rosan dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027
 
Rosan menyebut investasi semakin berperan dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pada kuartal II 2026, komponen investasi tumbuh 6,87 persen secara tahunan dan menyumbang sekitar 39 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,29 persen.
 
Namun, menurut Rosan, pertumbuhan ekonomi dan hilirisasi bukanlah tujuan akhir.
 
“Setiap rupiah investasi harus menciptakan lapangan kerja yang baik, yang berkualitas, sekaligus juga memperbaiki kualitas hidup dari masyarakat kita,” tutur dia. Hilirisasi Jadi Salah Satu Mesin Investasi Data semester I 2026 menunjukkan sektor hilirisasi menjadi salah satu tujuan utama investasi. Total investasi pada sektor hilirisasi mencapai Rp300,1 triliun, setara 29,7 persen dari keseluruhan realisasi investasi. Nilai tersebut tumbuh 6,9 persen secara tahunan.
 
Investasi hilirisasi masih didominasi sektor mineral dengan nilai Rp206,5 triliun. Berikutnya terdapat investasi hilirisasi perkebunan dan kehutanan sebesar Rp54,4 triliun, minyak dan gas bumi Rp35,4 triliun, serta perikanan dan kelautan Rp3,8 triliun.
 
Pemerintah juga ingin memperbesar porsi hilirisasi di sektor perkebunan dan kehutanan karena dinilai memiliki potensi penyerapan tenaga kerja yang lebih besar.
 
“Kami mendorong juga tentunya hilirisasi di perkebunan, kehutanan, minyak dan gas bumi karena dari segi penyerapan tenaga kerjanya memang kalau investasi di hilirisasi di bidang kehutanan, di perkebunan itu penyerapan tenaga kerja lebih besar walaupun dari segi nominalnya di bawah angka dari investasi di bidang mineral,” ucap Rosan.
 
Pada akhirnya, strategi Danantara tidak hanya berbicara mengenai besarnya aset atau nilai investasi. Ada agenda yang lebih besar, yakni bagaimana kekayaan yang dimiliki Indonesia bisa menghasilkan nilai tambah di dalam negeri.
 
Mulai dari konsolidasi aset BUMN, investasi sektor strategis, hilirisasi, transfer teknologi, hingga penciptaan lapangan kerja, seluruhnya diarahkan untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional.

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Presiden Iran Sampaikan Belasungkawa dan Siap Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT
• 15 jam lalu
0
thumb
Modus Penipuan Baru di Daratan Tiongkok : Menyebutkan Nomor Ponsel Orang Lain Bisa Berujung pada Utang Besar
• 22 jam lalu
0
thumb
Festival Kepulauan Seribu Semarakkan HUT ke-81 RI di Pulau Pramuka
• 17 jam lalu
0
thumb
Kuasa Hukum Roy Suryo dan Sebut Termohon Akui Tak Sampaikan SPDP dan Surat Pencekalan
• 58 detik lalu
0
thumb
Komisi III DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Rampung Desember
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.