Penuhi Pangan Korban Gempa, Bulog Tempatkan Cadangan Beras 10 Ton di Bandara dan Pelabuhan NTT

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Strategi tersebut dilakukan karena pengalaman Bulog saat menangani berbagai bencana sebelumnya seperti di wilayah banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatera.

Penuhi Pangan Korban Gempa, Bulog Tempatkan Cadangan Beras 10 Ton di Bandara dan Pelabuhan NTT

IDXChannel - Bulog menempatkan cadangan beras masing-masing 10 ton di bandara dan pelabuhan sebagai langkah antisipasi agar distribusi dapat dilakukan segera ketika kebutuhan mendesak muncul sewaktu-waktu.

"Penempatan logistik di simpul transportasi dilakukan guna mempercepat proses pengiriman karena bantuan tidak lagi harus menunggu pengambilan dari gudang penyimpanan ketika kondisi darurat," kata Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, Selasa (18/8/2026).

Baca Juga:
Bakti BCA dan TNI Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Dia menambahkan, strategi tersebut dilakukan karena pengalaman Bulog saat menangani berbagai bencana sebelumnya seperti di wilayah banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatera, sehingga pola distribusi logistik kini semakin fleksibel menyesuaikan kondisi lapangan yang terus berubah setiap waktu.

"Ini pengalaman, kami kemarin di Aceh, di Sumatera Utara, dan Sumatera Barat itu lebih fleksibel kalau berasnya ditempatkan di bandara dan di pelabuhan sehingga begitu ada pergerakan, informasi cepat bisa didorong, tidak menunggu lagi harus mengambil di gudang," katanya.

Baca Juga:
Kementerian PU Pastikan Seluruh Jalur Trans Flores Kembali Fungsional Pascagempa

"Jadi sekarang Pimpinan Wilayah Bulog di NTT sudah mendorong berasnya setiap hari 10 ton standby di bandara dan di pelabuhan khususnya yang ada di Kupang," lanjutnya.

Baca Juga:
Infrastruktur Listrik dan Komunikasi di NTT Mulai Pulih Usai Diguncang Gempa Bumi M7,7

Bulog memastikan kesiapan logistik di titik strategis akan mempercepat pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat sekaligus mendukung kelancaran penyelenggaraan dapur umum selama masa tanggap darurat.

Selain itu, lanjut Rizal, koordinasi dengan BNPB dilakukan secara intensif agar armada udara maupun laut dapat segera dimanfaatkan ketika akses darat menuju lokasi pengungsian mengalami hambatan akibat kerusakan infrastruktur.

"Seluruh langkah tersebut diarahkan agar bantuan dapat menjangkau daerah terpencil sekalipun sehingga masyarakat terdampak memperoleh kebutuhan pokok tanpa harus menunggu proses distribusi yang panjang, kata Rizal.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bangunan RSUD Aeramo Retak, Warga Korban Gempa Nagekeo Berobat di Tenda | KOMPAS SIANG
• 37 menit lalu
0
thumb
HUT RI ke-81: Prabowo, Jokowi, dan Gibran Belum Merdeka
• 3 jam lalu
0
thumb
Rayakan Kemerdekaan, 1.200 UMKM Bagikan Makan Gratis di Monas
• 19 jam lalu
0
thumb
Foto: Masjid di NTT Terdampak Gempa 7,7 Magnitudo, Menara Ambruk
• 3 jam lalu
0
thumb
GMTD Rayakan HUT ke-28 dengan Semangat Berbagi
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.