Manggarai Barat: Polres Manggarai Barat menyalurkan bantuan sembako dan kebutuhan dasar bagi ratusan warga Pulau Longos, Desa Pontianak, Kecamatan Boleng, yang terpaksa mengungsi ke kawasan perbukitan akibat gempa bumi bermagnitudo (M) 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin, 17 Agustus 2026.
Bantuan tersebut dikirim menggunakan kapal cepat (speedboat) patroli dan dibagikan langsung ke sejumlah titik pengungsian. Tercatat, sebanyak 322 kepala keluarga (KK) dilaporkan mengungsi secara mandiri dan mendirikan 10 titik permukiman darurat.
Baca Juga :
BPBD NTT Catat 7.968 Rumah Warga dan 744 Fasum Rusak"Begitu menerima informasi mengenai kondisi warga di Pulau Longos, kami langsung bergerak untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, terutama mereka yang masih bertahan di lokasi pengungsian," kata Christian.
Bantuan yang disalurkan ini merupakan arahan dari Kapolda NTT. Logistik tersebut terdiri atas 10 dus paket sembako, 10 galon air bersih, 10 dus mi instan, serta 114 buah popok untuk bayi dan balita.
"Kami fokuskan bantuan pada kebutuhan yang paling mendesak, terutama bahan pangan, air bersih, serta kebutuhan bayi dan balita," ujarnya.
Para personel kepolisian menyusuri jalur perbukitan untuk menjangkau warga yang mengungsi guna membagikan bantuan secara langsung di tenda-tenda darurat.
Warga melintas di dekat bangunan toko yang rusak akibat gempa di kawasan Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Senin (17/8/2026). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Selain menyalurkan sembako, polisi juga melakukan pendataan terkait kebutuhan lanjutan warga pascagempa. Kebutuhan tersebut antara lain meliputi obat-obatan, susu formula, tambahan air bersih, serta fasilitas sanitasi dan mandi, cuci, kakus (MCK) darurat.
Christian mengatakan, hasil pendataan tersebut akan segera dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan instansi terkait agar seluruh kebutuhan warga dapat segera ditindaklanjuti secara merata.
"Kami sudah memetakan kebutuhan warga di lapangan. Data ini akan kami koordinasikan dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, sehingga bantuan berikutnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengungsi," jelas dia. (MI/Marianus Marselus)





Komentar (0)