Kupang, NTT (ANTARA) - PT TASPEN (Persero) menyalurkan 400 paket sembako dan berbagai kebutuhan penunjang senilai Rp155 juta bagi masyarakat terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Komisaris Utama TASPEN Fary Djemy Francis di Kupang, Selasa, mengatakan bantuan tersebut merupakan kepedulian TASPEN terhadap masyarakat yang terdampak, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar selama berada di pengungsian.
"TASPEN Group turut berduka cita atas bencana yang terjadi dan dampaknya bagi masyarakat NTT. Hari ini TASPEN menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Ngada yang sejatinya akan kami serahkan langsung, namun karena bencana gempa susulan yang terjadi, maka kami sampaikan bantuan ini kepada Pemerintah Kota Kupang. Kendati demikian, TASPEN Kantor Cabang Ende sudah lebih dulu tiba di Kabupaten Ngada untuk menyerahkan langsung bantuan di lokasi pengungsian sebagai respons cepat," ujarnya.
Fary mengatakan kebutuhan penunjang yang disalurkan TASPEN guna mendukung masyarakat terdampak bencana di lokasi pengungsian terdiri atas tujuh unit genset senilai Rp70 juta untuk ketersediaan sumber listrik, 25 unit terpal senilai Rp25 juta sebagai perlindungan tempat tinggal sementara, serta 400 paket sembako senilai Rp60 juta untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari- hari masyarakat.
Selain itu, bantuan obat-obatan turut disalurkan untuk mendukung kebutuhan kesehatan masyarakat terdampak yang mengalami gangguan kesehatan.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis melalui perwakilan Ikatan Keluarga Ngada (IKADA) Kota Kupang untuk selanjutnya disalurkan kepada warga terdampak khususnya di wilayah Riung, Kabupaten Ngada.
Fary mengatakan dalam proses penyalurannya, TASPEN sempat menghadapi kendala transportasi yang menyebabkan distribusi bantuan tertunda.
Kendati demikian, perwakilan Insan TASPEN telah tiba di lokasi sejak Senin (17/8) untuk berkoordinasi dan memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditangani.
Selain memberikan bantuan kemanusiaan, TASPEN berkomitmen untuk terus mendampingi peserta dan keluarganya di wilayah terdampak.
Saat ini, terdapat total 90.110 peserta pensiun dan peserta aktif TASPEN di wilayah terdampak, yang menjadi bagian dari perhatian TASPEN untuk memastikan peserta tetap memperoleh perlindungan dan manfaat sesuai haknya dalam kondisi bencana
"Selain bantuan paket sembako dan kebutuhan penunjang, TASPEN juga menyerahkan bantuan kepada Gekrafs NTT (Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional Nusa Tenggara Timur) yang kemudian akan mengirimkan tenaga kesehatan ke lokasi terdampak untuk mempercepat pemulihan masyarakat yang terdampak gempa bumi,” kata Fary.
Baca juga: Menko Pratikno pastikan percepatan penyaluran bantuan korban gempa
Baca juga: Bulog NTT tambah 10 ton beras untuk korban gempa Flores
Komisaris Utama TASPEN Fary Djemy Francis di Kupang, Selasa, mengatakan bantuan tersebut merupakan kepedulian TASPEN terhadap masyarakat yang terdampak, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar selama berada di pengungsian.
"TASPEN Group turut berduka cita atas bencana yang terjadi dan dampaknya bagi masyarakat NTT. Hari ini TASPEN menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Ngada yang sejatinya akan kami serahkan langsung, namun karena bencana gempa susulan yang terjadi, maka kami sampaikan bantuan ini kepada Pemerintah Kota Kupang. Kendati demikian, TASPEN Kantor Cabang Ende sudah lebih dulu tiba di Kabupaten Ngada untuk menyerahkan langsung bantuan di lokasi pengungsian sebagai respons cepat," ujarnya.
Fary mengatakan kebutuhan penunjang yang disalurkan TASPEN guna mendukung masyarakat terdampak bencana di lokasi pengungsian terdiri atas tujuh unit genset senilai Rp70 juta untuk ketersediaan sumber listrik, 25 unit terpal senilai Rp25 juta sebagai perlindungan tempat tinggal sementara, serta 400 paket sembako senilai Rp60 juta untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari- hari masyarakat.
Selain itu, bantuan obat-obatan turut disalurkan untuk mendukung kebutuhan kesehatan masyarakat terdampak yang mengalami gangguan kesehatan.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis melalui perwakilan Ikatan Keluarga Ngada (IKADA) Kota Kupang untuk selanjutnya disalurkan kepada warga terdampak khususnya di wilayah Riung, Kabupaten Ngada.
Fary mengatakan dalam proses penyalurannya, TASPEN sempat menghadapi kendala transportasi yang menyebabkan distribusi bantuan tertunda.
Kendati demikian, perwakilan Insan TASPEN telah tiba di lokasi sejak Senin (17/8) untuk berkoordinasi dan memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditangani.
Selain memberikan bantuan kemanusiaan, TASPEN berkomitmen untuk terus mendampingi peserta dan keluarganya di wilayah terdampak.
Saat ini, terdapat total 90.110 peserta pensiun dan peserta aktif TASPEN di wilayah terdampak, yang menjadi bagian dari perhatian TASPEN untuk memastikan peserta tetap memperoleh perlindungan dan manfaat sesuai haknya dalam kondisi bencana
"Selain bantuan paket sembako dan kebutuhan penunjang, TASPEN juga menyerahkan bantuan kepada Gekrafs NTT (Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional Nusa Tenggara Timur) yang kemudian akan mengirimkan tenaga kesehatan ke lokasi terdampak untuk mempercepat pemulihan masyarakat yang terdampak gempa bumi,” kata Fary.
Baca juga: Menko Pratikno pastikan percepatan penyaluran bantuan korban gempa
Baca juga: Bulog NTT tambah 10 ton beras untuk korban gempa Flores






Komentar (0)