Denpasar (ANTARA) - Kodam IX/Udayana bersama pemangku kepentingan lainnya tidak hanya fokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga pemulihan listrik, jaringan komunikasi, ketersediaan BBM, hingga akses jalan dan jembatan pascabencana di sejumlah wilayah di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam keterangannya di Denpasar, Selasa, Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto mengatakan penanganan bencana harus dilakukan secara menyeluruh.
Setelah kebutuhan dasar masyarakat dipenuhi, lanjutnya, pemulihan berbagai fasilitas penunjang kehidupan juga harus segera dilakukan.
“Bantuan dari Presiden Republik Indonesia sudah kami dorong ke wilayah terdampak. Seluruh jajaran TNI juga terus kami siagakan untuk membantu masyarakat, terutama di daerah yang mengalami dampak cukup berat,” ujar Piek.
Menurutnya, Mbay dan Maumere menjadi sejumlah wilayah yang mendapat perhatian serius karena mengalami dampak gempa cukup berat.
Baca juga: BNPB percepat distribusi bantuan untuk penanganan darurat gempa NTT
Personel TNI dikerahkan untuk membantu pemerintah daerah mempercepat penanganan di lapangan.
Selain evakuasi dan distribusi logistik, kata dia, koordinasi diarahkan untuk memastikan jaringan listrik dan komunikasi dapat segera dipulihkan. Kedua layanan tersebut dinilai penting karena menjadi penopang komunikasi masyarakat sekaligus mendukung koordinasi penanganan darurat.
Piek menjelaskan ketersediaan BBM juga menjadi bagian dari perhatian dalam rapat koordinasi. Pasokan energi dibutuhkan untuk mendukung operasional kendaraan, distribusi bantuan, pelayanan masyarakat hingga proses pemulihan di wilayah terdampak.
Di sektor infrastruktur, kondisi jalan dan jembatan turut menjadi prioritas.
Akses transportasi yang terganggu dapat menghambat distribusi bantuan menuju masyarakat, kata dia, sehingga pemulihannya perlu dilakukan secepat mungkin.
Baca juga: TNI kerahkan pesawat Hercules-KRI tangani warga terdampak gempa di NTT
Untuk mendukung penanganan, posko bantuan di Labuan Bajo dan Maumere turut diaktifkan. Posko tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan mempercepat penyaluran bantuan ke wilayah yang membutuhkan.
Sementara itu Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution mengatakan TNI bersama pemerintah dan seluruh unsur terkait akan terus bergerak secara terpadu selama masa tanggap darurat.
“TNI bersama pemerintah dan seluruh unsur terkait akan terus bergerak secara terpadu. Prioritas kami adalah keselamatan masyarakat, percepatan evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar, serta membantu memulihkan kondisi wilayah terdampak agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan,” katanya.
Amrizal menekankan penanganan bencana membutuhkan kecepatan, ketepatan dan koordinasi lintas sektor. Setiap unsur diminta bergerak sesuai tugas dan kewenangan masing-masing dengan mengutamakan kepentingan masyarakat terdampak.
Dengan demikian penanganan gempa Flores tidak berhenti pada pengiriman bantuan darurat.
Baca juga: TNI kerahkan 1.267 personel tangani dampak gempa di NTT
Dalam keterangannya di Denpasar, Selasa, Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto mengatakan penanganan bencana harus dilakukan secara menyeluruh.
Setelah kebutuhan dasar masyarakat dipenuhi, lanjutnya, pemulihan berbagai fasilitas penunjang kehidupan juga harus segera dilakukan.
“Bantuan dari Presiden Republik Indonesia sudah kami dorong ke wilayah terdampak. Seluruh jajaran TNI juga terus kami siagakan untuk membantu masyarakat, terutama di daerah yang mengalami dampak cukup berat,” ujar Piek.
Menurutnya, Mbay dan Maumere menjadi sejumlah wilayah yang mendapat perhatian serius karena mengalami dampak gempa cukup berat.
Baca juga: BNPB percepat distribusi bantuan untuk penanganan darurat gempa NTT
Personel TNI dikerahkan untuk membantu pemerintah daerah mempercepat penanganan di lapangan.
Selain evakuasi dan distribusi logistik, kata dia, koordinasi diarahkan untuk memastikan jaringan listrik dan komunikasi dapat segera dipulihkan. Kedua layanan tersebut dinilai penting karena menjadi penopang komunikasi masyarakat sekaligus mendukung koordinasi penanganan darurat.
Piek menjelaskan ketersediaan BBM juga menjadi bagian dari perhatian dalam rapat koordinasi. Pasokan energi dibutuhkan untuk mendukung operasional kendaraan, distribusi bantuan, pelayanan masyarakat hingga proses pemulihan di wilayah terdampak.
Di sektor infrastruktur, kondisi jalan dan jembatan turut menjadi prioritas.
Akses transportasi yang terganggu dapat menghambat distribusi bantuan menuju masyarakat, kata dia, sehingga pemulihannya perlu dilakukan secepat mungkin.
Baca juga: TNI kerahkan pesawat Hercules-KRI tangani warga terdampak gempa di NTT
Untuk mendukung penanganan, posko bantuan di Labuan Bajo dan Maumere turut diaktifkan. Posko tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan mempercepat penyaluran bantuan ke wilayah yang membutuhkan.
Sementara itu Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution mengatakan TNI bersama pemerintah dan seluruh unsur terkait akan terus bergerak secara terpadu selama masa tanggap darurat.
“TNI bersama pemerintah dan seluruh unsur terkait akan terus bergerak secara terpadu. Prioritas kami adalah keselamatan masyarakat, percepatan evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar, serta membantu memulihkan kondisi wilayah terdampak agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan,” katanya.
Amrizal menekankan penanganan bencana membutuhkan kecepatan, ketepatan dan koordinasi lintas sektor. Setiap unsur diminta bergerak sesuai tugas dan kewenangan masing-masing dengan mengutamakan kepentingan masyarakat terdampak.
Dengan demikian penanganan gempa Flores tidak berhenti pada pengiriman bantuan darurat.
Baca juga: TNI kerahkan 1.267 personel tangani dampak gempa di NTT






Komentar (0)