Kapolri Sebut Situasi Aceh Telah Terkendali Usai Bentrokan Massa dan Polisi

katadata.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan situasi di Aceh saat ini sudah terkendali setelah sebelumnya terjadi bentrokan antara massa aksi dan aparat kepolisian di  depan Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh pada Sabtu (15/8).

Listyo Sigit mengatakan jajaran kepolisian telah mengambil langkah penanganan terhadap sejumlah kegiatan yang muncul dalam beberapa waktu terakhir.

“Seluruh jajaran (kepolisian) tentunya sudah melaksanakan langkah-langkah,” ujarnya di sela kegiatan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8).

Ia menyampaikan kondisi di seluruh wilayah Aceh saat ini telah kembali terkendali. Kapolri juga menyebut pihak kepolisian terus melakukan pemantauan situasi. “Saat ini, situasinya seluruhnya sudah terkendali,” kata Listyo Sigit.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, sebelumnya mengatakan situasi di Aceh kembali kondusif  Dudung menilai bentrokan tersebut hanya melibatkan segelintir oknum yang memanfaatkan momentum peringatan Hari Perdamaian Aceh pada 15 Agustus. Ia mengatakan Aceh tetap menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Itu memanfaatkan situasi, memang tanggal 15 Agustus itu hari perdamaian. Cuma ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan itu. Itu hanya segelintir, oknum saja,” kata Dudung sesuai mengikuti Upacara Peringatan Proklamasi di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (17/8).

Menurut Dudung, situasi ketegangan di Aceh tidak berlangsung lama dan segera kembali terkendali. Setelah kondisi mereda, bendera Merah Putih kembali berkibar di lokasi kejadian. “Sudah kondusif, tidak lama, setelahnya Merah Putih kembali berkibar,” ujarnya.

Sebelumnya, massa doa dan zikir bersama Hari Damai Aceh ke-21 bentrok dengan aparat kepolisian. Massa melempar polisi yang dilengkapi tameng dan baju pengaman di seputaran taman kota depan Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh.

Polisi melepaskan tembakan gas air mata membubarkan massa. Dalam aksi tersebut merusak sejumlah mobil yang parkir di badan jalan depan Masjid Raya. Aksi massa henti menjelang salat Zuhur.

Aksi massa tersebut dipicu tembakan usai massa menurunkan bendera merah putih dan mengibarkan bendera bulan bintang di tiang bendera Masjid Raya Baiturrahman. Usai salat, Kapolda Irjen Pol Ruddi Setiawan terlihat menjumpai massa.

Massa sempat mengerubungi jenderal polisi bintang dua itu serta meminta polisi membebaskan peserta aksi yang sempat ditahan. Sempat terdengar letusan senjata ketika Kapolda dikerubungi massa dan dilarikan sejumlah polisi. Kemudian, Kapolda Aceh kembali terlihat bersama massa hingga akhirnya naik ke mobil polisi dan menyampaikan dua peserta aksi dibebaskan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Warga Depok Gelar Lomba Ludo Manusia Peringati HUT 81 RI
• 19 jam lalu
0
thumb
Catat Jadwal Layanan Mobil Klinik Hewan Keliling Jakarta pada 18 Agustus
• 10 jam lalu
0
thumb
Prabowo-Gibran Saksikan Pawai Karnaval Kemerdekaan di Monas
• 17 jam lalu
0
thumb
Harga Lebih Murah, Bikin Bonjer Tiga Jadi Rujukan Berburu Onderdil Motor
• 8 jam lalu
0
thumb
Ibu di Pamekasan Bunuh Anak Kandung Berusia 10 Tahun, Pelaku Ditangkap
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.