Meski tampil dominan, Isyana mengaku sempat merasakan ketegangan menjelang laga. Kunci kemenangan mereka terletak pada ketenangan dan strategi permainan cepat sejak awal.
"Rasanya senang bisa debut di Kejuaraan Dunia tapi ada sedikit rasa tegang, gugup. Kami berusaha untuk menikmati permainan, menikmati suasana yang ada di sini buat tampil yang terbaik. Tadi kami coba untuk terus bermain no lob dan cepat untuk menekan mereka dari permainan depan," ujar Isyana. Sempat Kebingungan di Game Kedua Kemenangan ini tak diraih tanpa hambatan. Setelah unggul jauh di game pertama berkat posisi lapangan yang kalah angin, Isyana/Rinjani sempat kehilangan momentum di game kedua akibat perubahan laju shuttlecock. Baca juga: Kejuaraan Dunia BWF 2026: Hafal Gerakan Lawan, Alwi Melaju ke 32 Besar "Di gim pertama enak startnya, sudah langsung in juga. Dengan kondisi kalah angin, kami malah lebih nyaman mainnya. Tapi di gim kedua kami terlalu lambat adaptasi, agak bingung dengan pergerakan shuttlecock jadi banyak kehilangan poin. Kami coba menguatkan mental di poin-poin akhir itu untuk memaksa untuk mengambil kemenangan, coba lebih yakin lagi," jelas Rinjani. Perang Saudara Kontra Rachel/Febi Langkah Isyana/Rinjani di babak berikutnya dipastikan tidak mudah. Mereka harus menghadapi kompatriot sekaligus senior mereka di pelatnas, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum.
Laga ini mengusung misi revans bagi Isyana/Rinjani setelah sebelumnya harus mengakui keunggulan Rachel/Febi dua game langsung di ajang Indonesia Open. Pertemuan kedua wakil Indonesia ini diprediksi berjalan sengit, mengingat kedua pasangan sama-sama mengincar tiket menuju babak 16 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026.
"Di babak selanjutnya akan bertemu senior kami, Rachel/Febi, pastinya kami mau coba yang terbaik dan nggak mau kalah. Kami mau tes lagi kemampuan kami setelah kalah straight game di Indonesia Open lalu. Semoga kami bisa balas dan menang," pungkas Rinjani. Baca juga: Kejuaraan Dunia BWF 2026: Putri Usung Ambisi Ganti Warna Medali Usai Tembus Babak Kedua
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)






Komentar (0)