HARIAN.FAJAR.CO.ID, TORAJA – Menyambut HUT RI ke-81, masyarakat Tana Toraja, Sulsel, merayakan dengan kegiatan pelepasan 203 bibit ikan Masapi atau ikan Sidat di Kolam Alam Tilanga, Kecamatan Makale Utara, pada Senin sore, 17 Agustus.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya nyata menjaga keseimbangan alam yang berdampak langsung pada kelangsungan hidup manusia dan lingkungan sekitar.
Pelepasan ikan Masapi yang unik ini menjadi sorotan karena jenis ikan tersebut memiliki peran penting dalam ekosistem perairan setempat. Pdt Rasely Sinampe, M.Th., seorang pendeta dari Sinode Gereja Toraja sekaligus pegiat lingkungan yang meraih Penghargaan Kalpataru 2022 kategori Pembina Lingkungan, menjadi tokoh kunci dalam kegiatan ini.
“Jadi hal ini, selain menambahan populasi Ikan Masapi di Kolam Alam Tilanga ini, juga sebagai momentum hari Kemerdekaan demi Lingkungan Hidup yang layak dimasa depan,” jelas Pdt Rasely Sinampe saat ditemui di lokasi.
Pendeta Rasely menegaskan bahwa menjaga kelestarian alam adalah tanggung jawab bersama, terutama bagi generasi muda Toraja yang diharapkan terus berkarya dalam kegiatan positif. Ia mengingatkan bahwa kerusakan alam akan berdampak pada kehidupan manusia secara menyeluruh.
“Kalau bukan kita siapa lagi kalau bukan sekarang kapan lagi, ini juga demi keseimbangan alam yang didalamnya terdiri dari flora fauna termasuk juga manusia. Penting sebagai manusia tak hanya masyarakat Toraja untuk menjaga alam, kalau alam rusak otomatis keberlangsungan hidup manusia juga akan terganggu,” katanya.
“Jangan biarkan generasi itu berlalu, mari kita bersama-sama untuk tetap menjaga hal baik turun-temurun. Karena jika alam rusak, tak mungkin manusia memakan uang,” tegasnya.
Dengan semangat tersebut, kegiatan pelepasan bibit ikan Masapi diharapkan menjadi simbol dan langkah awal bagi masyarakat Toraja untuk terus menjaga dan melestarikan lingkungan hidup demi masa depan yang lebih baik. (edy)






Komentar (0)