Liputan6.com, Jakarta - Sudah tiga hari warga terdampak gempa bumi di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka belum tersentuh bantuan.
Salah satu warga, Zaitun (36), mengatakan dirinya hanya mengandalkan beras yang berhasil diambil dari reruntuhan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Advertisement
"Kami hanya andalkan sisa-sisa beras yang bisa diambil dari reruntuhan bangunan," cerita Zaitun kepada Liputan6.com, Senin (17/8/2026) malam.
Ketika persediaan beras mulai menipis, dia dan warga lainnya terpaksa menyantap jagung. Saat ini, Zaitun mengungsi di Posko Binaan Satar Kampas. Posko tersebut menjadi tempat berlindung bagi 30 kepala keluarga (KK) atau sekitar 105 jiwa yang terdampak gempa.
Menurut Zaitun, kondisi warga semakin sulit karena persediaan bahan pokok mulai menipis. Sehari setelah gempa, sejumlah kios di sekitar wilayah tersebut masih beroperasi dan menjual kebutuhan pokok meski jumlahnya terbatas.
Namun, tiga hari setelah gempa, stok barang di kios-kios tersebut semakin sedikit. Sementara itu, bantuan dari pemerintah maupun pihak lain belum juga tiba di wilayah mereka.
"Sejak terjadi hempa hari Sabtu kemarin sampai saat ini belum tersentuh bantuan sedikit pun," ujarnya.
Zaitun mengaku heran wilayah tempat tinggalnya belum mendapat bantuan, baik dari pemerintah pusat maupun daerah. Padahal, gempa juga menyebabkan sejumlah warga meninggal dunia dan mengalami luka berat.





Komentar (0)