Dari Papua ke Gresik, Semangat Bangkit Freeport di HUT ke-81 RI: Produksi Ditargetkan Pulih 65 Persen

beritajatim.com
2 jam lalu
Cover Berita

Gresik (beritajatim.com)- Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya berlangsung di satu titik. Keluarga besar PT Freeport Indonesia (PTFI) menggelar upacara pengibaran Bendera Merah Putih secara serentak di enam lokasi kerja yang tersebar di Papua Tengah, Jawa Timur dan DKI Jakarta.

Dari kawasan tambang di Tembagapura hingga fasilitas pengolahan dan pemurnian di Gresik, upacara tersebut menjadi gambaran satu kesatuan operasional PTFI dari hulu hingga hilir.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas bertindak sebagai inspektur upacara di lapangan sepak bola Tembagapura. Kegiatan yang sama diikuti jajaran manajemen dan karyawan PTFI di Kuala Kencana, Kantor Perwakilan PTFI di Nabire, Smelter PTFI dan PT Smelting di Kabupaten Gresik, serta kantor PTFI di Jakarta.

Peringatan kemerdekaan tahun ini tidak sekadar menjadi agenda tahunan. PTFI menjadikannya momentum untuk menyampaikan pesan pemulihan operasi. Tetapi sekaligus menjaga kontribusi perusahaan terhadap Indonesia.

Mengusung tema nasional ‘Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur’ PTFI membawa subtema One Freeport. Dari Timur Indonesia, kita bangkit bersama.

Tony mengatakan, semangat tersebut tercermin dari proses pemulihan operasi tambang bawah tanah yang sedang berlangsung.

“Freeport Indonesia harus mampu bangkit lebih kuat. Dengan semangat kebersamaan, ketangguhan, dan komitmen yang tidak pernah surut terhadap keselamatan, saya yakin kita akan mampu melewati masa ini,” katanya, Senin (17/8/2026).

Menurut dia, kekuatan PTFI tidak hanya berasal dari aktivitas pertambangan, tetapi juga dari keberagaman lebih dari 30.000 karyawan yang berasal dari berbagai daerah, suku, agama, dan budaya di Indonesia.

Bagi PTFI, keberagaman tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan operasional.

Target Produksi Mulai Didorong Naik

Di tengah proses pemulihan operasi, PTFI mencatat sejumlah target produksi yang menjadi perhatian perusahaan. Tony menyampaikan kapasitas produksi diproyeksikan mencapai sekitar 65 persen pada akhir semester kedua 2026. Dalam periode tersebut, perusahaan menargetkan produksi sekitar 800 juta pound tembaga dan 700 ribu ounce emas.

Target berikutnya adalah meningkatkan kapasitas produksi menjadi sekitar 75 persen pada pertengahan 2027. Setelah itu, kapasitas diharapkan meningkat secara bertahap hingga mendekati kapasitas penuh pada akhir 2027.

Pemulihan tersebut dinilai bukan hanya berkaitan dengan aktivitas bisnis PTFI, tetapi juga dengan besarnya kontribusi perusahaan terhadap negara dan daerah.

Sepanjang 2025, PTFI menyampaikan telah memberikan kontribusi kepada negara sebesar Rp75 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp13 triliun merupakan bagian bagi pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah dan kabupaten lainnya di Papua Tengah.

Tony menambahkan, apabila produksi kembali mencapai kapasitas 100 persen, kontribusi PTFI kepada negara diproyeksikan dapat menembus lebih dari Rp100 triliun per tahun.

“Kontribusi tersebut mencerminkan komitmen kita yang tidak pernah surut untuk memberikan manfaat nyata bagi negara dan masyarakat, meskipun kita menghadapi berbagai tantangan,” imbuhnya.

Dari Timur untuk Indonesia

Upacara HUT ke-81 RI sekaligus menjadi penanda perjalanan panjang PTFI dalam menjalankan tradisi penghormatan terhadap Merah Putih.

Sejak mulai beroperasi pada 1973, PTFI menyatakan tidak pernah absen menyelenggarakan upacara pengibaran Bendera Merah Putih. Tahun ini menjadi penyelenggaraan ke-53.

Dari Tembagapura, pesan yang disampaikan kemudian tersambung dengan aktivitas PTFI di Gresik. Kehadiran Smelter PTFI dan PT Smelting menjadi bagian dari mata rantai pengolahan mineral yang menghubungkan kawasan tambang di Papua dengan industri pengolahan di Jawa Timur.

Semangat tersebut dirangkum melalui nilai SINCERE, yakni Safety, Integrity, Commitment, Respect, dan Excellence, yang menjadi landasan PTFI dalam menjalankan kegiatan perusahaan.

“Di tengah semua ujian yang kita hadapi saat ini, dari Tembagapura saya sampaikan, dari Timur Indonesia, dari tanah Papua untuk Indonesia, Freeport Bangkit,” pungkas Tony. [dny/but]


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tradisi Perayaan Hari Kemerdekaan di Berbagai Negara
• 3 jam lalu
0
thumb
Profil Neeltje Deliana, Siswi Papua yang Bawa Baki Penurunan Bendera di Istana
• 7 jam lalu
0
thumb
Innalillahi, Pelajar Tewas Ditabrak Truk di Depan RS Polri saat Hendak Ikuti Upacara HUT RI
• 10 jam lalu
0
thumb
DI hari HUT Kemerdekaan RI ke 81, Rupiah Pagi Ini Tembus Rp17.813 per Dolar AS
• 14 jam lalu
0
thumb
Indonesia Berpeluang Memperkuat Posisi sebagai Pusat Likuiditas Aset Kripto di Asia Tenggara
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.