KPK Tak Tindak Pelanggaran Etik Polisi yang Jadi Tersangka Pemerasan Bupati Pemalang

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan tidak menindak dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oleh Setya Budi Dias (DIS) yang merupakan polisi yang sedang bertugas di KPK saat ditetapkan sebagai salah satu tersangka kasus dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.

“Untuk DIS ini tidak menjadi ranah penegakan etik di KPK atau di Dewan Pengawas karena sudah tidak lagi menjadi insan Komisi (KPK, red.),” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin.

Baca Juga :
Sentil Pejabat Mangkir Dipanggil Aparat, Megawati: Zaman Orba Saya Dipanggil Polisi Selalu Datang
Prabowo Wacanakan Pengadilan Ad Hoc BUMN, Ini Sikap KPK

Walaupun demikian, Budi mengatakan KPK tetap melakukan evaluasi untuk mencegah terjadinya kasus serupa.

Dias sebelumnya diduga KPK membocorkan informasi penyelidikan kepada ayahnya. Kemudian, ayahnya memanfaatkan informasi tersebut untuk melakukan pemerasan.

“Tentunya Dewan Pengawas juga ada kebutuhan untuk melakukan evaluasi terkait dengan proses bisnis-proses bisnis, khususnya di bidang administrasi ya, supaya hal-hal demikian tidak kembali terjadi,” katanya.

Sebelumnya, KPK pada 28 Juli 2026 melakukan operasi tangkap tangan ke-18 yang dilakukan selama 2026. Salah satu dari 21 orang yang ditangkap dalam operasi tersebut adalah Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.

Pada 30 Juli 2026, KPK mengumumkan hasil OTT itu dan menyatakan terdapat dua klaster kasus.

Pertama, dugaan pemerasan oleh Anom Widiyantoro terhadap jajaran Pemerintah Kabupaten Pemalang dan pihak swasta. Dalam klaster ini, tersangkanya adalah Anom Widiyantoro dan orang kepercayaannya, Mohamad Haris alias Gus Haris.

Kedua, dugaan pemerasan oleh polisi dan ayahnya terhadap Anom Widiyantoro. Tersangka pada klaster ini adalah Setya Budi Dias selaku polisi yang sedang bertugas di KPK beserta ayahnya, Lilik Budi Suprianto. (Ant)

Baca Juga :
Nomor Rangka Karatan saat Cek Fisik? Ini Solusinya
Pernah Satu Grup Chat! Lisa Mariana Kasih ke KPK 5 Nama Artis Hingga Selebgram yang Terima Uang dari Ridwan Kamil
Diperiksa KPK, Ketua DPRD Kuansing Ngaku Tak Tahu Soal Uang 12.000 Dolar Singapura untuk Raja Juli

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Prabowo Minta Komandan Upacara HUT ke-81 RI Kolonel Priyo Menghadap
• 12 jam lalu
0
thumb
Update Gempa NTT, Korban Meninggal Akibat Gempa NTT Bertambah Jadi 68 Orang
• 6 jam lalu
0
thumb
KDM Kaget Temukan Sampah tak Dibersihkan Selama 32 Tahun di Bandung
• 1 jam lalu
0
thumb
Soal Target Ekonomi 6 Persen Prabowo, SBY: Ambisius Tapi Bisa Dicapai
• 17 jam lalu
0
thumb
Prabowo Direncanakan Hadiri Karnaval HUT Ke-81 RI Sore Ini
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.