JAKARTA, KOMPAS.com - Ponsel warga asal Tangerang, Denbra (43) jatuh ke gorong-gorong saat menghadiri Malam Merdeka HUT ke-81 Republik Indonesia di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Ponsel miliknya jatuh ke dalam gorong-gorong saat sedang duduk dan bercanda bersama anaknya.
“Jadi tadi lagi duduk-duduk, main HP, namanya bocah gitu kan. Terus lagi bercanda sama adiknya. Nah, pas jatuh langsung masuk ke gorong-gorong,” kata Denbra di lokasi, Senin.
Baca juga: Warga Padati Malam Merdeka di Monas-Bundaran HI: “Mau Nonton Konser Gratis”
Mengetahui ponselnya jatuh, Denbra langsung meminta bantuan petugas pemadam kebakaran yang berada tidak jauh dari lokasi.
Ia kemudian diarahkan untuk menghubungi nomor pusat pemadam kebakaran.
Menurut Denbra, petugas merespons laporan tersebut dengan cepat. Ia juga langsung menandai titik lokasi jatuhnya ponsel karena posisi ponsel masih terlihat berada di tempat yang sama.
“Alhamdulillah tanggapan pusat dari pemadam kebakaran cepat tanggap darurat. Mantap,” ujarnya.
Tak lama kemudian, petugas pemadam kebakaran datang untuk mengevakuasi ponsel tersebut dari dalam gorong-gorong.
Hanya butuh 15 menit, ponsel android miliknya ditemukan.
“HP-nya alhamdulillah sudah ditemuin dengan cepat. Alhamdulillah pemadamnya cepat tanggap,” katanya.
Baca juga: Stasiun Juanda Masih Buka-Tutup Antrean Malam Ini, Penumpang Diimbau ke 2 Stasiun Alternatif
Denbra mengatakan dirinya datang ke Jakarta untuk menghadiri Panggung Rakyat sekaligus membawa anaknya yang berulang tahun pada 17 Agustus.
“Saya asalnya Tangerang, rencana mau menghadiri panggung rakyat. Tahu-tahunya anak saya juga hari ini ulang tahun. Bertepatan dengan 17 Agustus saya bawa ke sini, tahunya dapat musibah HP-nya jatuh,” tuturnya.
Sementara itu, Danru Damkar Menteng Dedi Supriyatno mengatakan petugas sempat mengalami kendala karena gorong-gorong dalam kondisi tertutup.
“Proses untuk penanganan evakuasi handphone yang terjebur di gorong-gorong Bundaran HI sebenarnya kita cuma ada satu kesulitan di posisi got yang tertutup,” kata Dedi.
Baca juga: Kebakaran Gudang Pabrik di Bekasi, Pemadaman Terkendala Pasokan Air
Petugas kemudian mencari akses yang memungkinkan untuk masuk ke saluran tersebut. Setelah menemukan akses, anggota damkar dapat masuk dan melakukan evakuasi menggunakan sejumlah peralatan.
“Kita hanya terhambat karena satu akses yang pertamanya. Setelah kita penelusuran untuk mencari akses jalan, akhirnya kita mendapatkan akses jalan tersebut untuk anggota kami terjun ke saluran tersebut,” ujarnya.
Kejadian itu pun berakhir dengan ponsel kembali ke tangan pemiliknya.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT






Komentar (0)