Kemenkes Gerak Cepat Pulihkan Layanan Kesehatan di Wilayah Terdampak Gempa NTT

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bergerak cepat memulihkan layanan kesehatan di wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pemulihan difokuskan pada pengembalian fungsi rumah sakit (RS) dan puskesmas agar masyarakat tetap memperoleh pelayanan medis, sekaligus mengantisipasi potensi peningkatan jumlah pasien dalam beberapa hari ke depan.

BACA JUGA:Aksi Nyata HUT ke-81 RI, Astra Kirim 5.000 Bantuan Sembako dan Starlink untuk Korban Gempa NTT

Kemenkes telah mengaktifkan Health Emergency Operation Center (HEOC), mengerahkan tim manajemen krisis dan Emergency Medical Team (EMT), serta menyiapkan RS Lapangan dan dukungan logistik kesehatan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan medis.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, langkah utama yang dilakukan saat ini adalah memastikan seluruh RS di kabupaten/kota terdampak dapat kembali berfungsi secara optimal, terutama untuk mengantisipasi potensi lonjakan pasien dalam beberapa hari ke depan.

"Dalam waktu paling lama ditargetkan satu minggu, seluruh RSUD terdampak dapat kembali menjalankan operasional dasar. Pemulihan difokuskan pada layanan yang bersifat esensial, khususnya operasi trauma, layanan ibu dan anak, serta hemodialisa, ” ujar Menkes Budi dalam pernyataannya di Jakarta, Minggu (16/8/2026).

BACA JUGA:Gerak Cepat, PNM Peduli Ulurkan Tangan untuk Korban Gempa di NTT

Berdasarkan laporan situasi per 15 Agustus 2026, gempa bumi berdampak pada 8 kabupaten/kota di NTT, yakni Kabupaten Sikka, Ende, Manggarai Timur, Nagekeo, Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, dan Flores Timur.

Menkes menyampaikan, berdasarkan informasi sementara, lokasi yang membutuhkan perhatian lebih berada di RSUD Nagekeo dan RSUD Ruteng. 

Untuk memperkuat pelayanan di kedua lokasi tersebut, RS Lapangan yang dilengkapi fasilitas operasi serta Emergency Medical Team telah bergerak pada 16 Agustus 2026.

“Info sementara lokasi terparah di RSUD Nagekeo dan RSUD Ruteng. RS Lapangan lengkap dengan fasilitas operasi, serta Emergency Medical Team yang terdiri dari dokter spesialis bedah, anestesi, dan emergensi sudah bergerak ke dua lokasi tersebut hari ini,” kata Menkes.

Khusus RSUD Nagekeo yang mengalami kerusakan berat, Kemenkes akan mengirimkan satu set RS Mobil pada Senin (17/8/2026). 

BACA JUGA:Pimpin Upacara di Lokasi Gempa NTT, Menko PMK & BNPB Kawal 50 Ribu Paket Sembako Presiden

RS Mobil tersebut dilengkapi dengan fasilitas operasi untuk memastikan pelayanan medis dasar dan penanganan kasus kegawatdaruratan tetap dapat dilakukan selama proses pemulihan fasilitas RS.

Untuk mendukung sistem rujukan, RSUD Borong yang sebelumnya menjadi bagian dari Program Quick Win dengan target waktu rujukan dua jam, serta RSUD Komodo dengan target rujukan empat jam, disiapkan sebagai RS rujukan bagi pasien dari Nagekeo apabila membutuhkan pelayanan lebih lanjut.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Masyarakat Siap-siap! Purbaya Buka Opsi Pungut Pajak Baru Jika Hal Ini Terjadi
• 21 jam lalu
0
thumb
Cristiano Ronaldo Ungkap Musim 2026/2027 Kemungkinan Jadi Musim Terakhir
• 16 jam lalu
0
thumb
Yuk Serbu! 600 Ribu Kuliner Gratis Meriahkan HUT RI di Monas
• 18 jam lalu
0
thumb
Sebanyak 13 Atlet Panjat Tebing Indonesia Siap Gebrak Asia Youth Championship Guiyang 2026
• 14 jam lalu
0
thumb
Unggahan terakhir Hayden Panettiere di Instagram sebelum meninggal
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.