JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid mendorong agar pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu perlu dilakukan sesegera mungkin.
"Revisi Undang-Undang Pemilu lebih cepat lebih baik," kata Kholid, di Kantor DPP PKS, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Meski mendorong proses yang cepat, Kholid mengingatkan pentingnya menjaga keterlibatan publik yang luas (meaningful participation).
PKS menginginkan proses penyusunan RUU Pemilu berlangsung secara inklusif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Baca juga: PKS Dorong Peningkatan Kompetensi dan Kesejahteraan Guru dan Dosen Jadi Prioritas
"Keterlibatan stakeholders sebanyak-banyaknya, itu juga sangat penting. Jadi kita ingin RUU Pemilu ini dimiliki oleh seluruh komponen, inklusif, didengarkan semua pihak, transparan, akuntabel," ujar dia.
Mengenai target pasti batas waktu penyelesaian revisi undang-undang tersebut, Kholid enggan menyebutkan secara spesifik.
Namun, ia menekankan bahaya yang timbul jika pembahasan RUU Pemilu terus ditunda hingga mendekati pelaksanaan pemilu.
"Ya pokoknya lebih cepat lebih baik, ya kan? Kalau ditunda-tunda nanti prosesnya akan tertunda-tertunda nanti terlalu dekat, enggak baik ya," ucap Kholid.
Sebelumnya, Ketua DPR RI Puan Maharani menyadari bahwa waktu pelaksanaan pemilu sudah semakin dekat.
Ia mengatakan, komunikasi antarpartai politik masih terus dilakukan.
Baca juga: Anggota DPR Fraksi PKS Potong Gaji, Sumbang Bantuan Korban Gempa NTT
DPR tidak ingin terburu-buru tanpa mempertimbangkan aspirasi publik.
Puan menilai, kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan politik di parlemen.
"Dari masa sidang yang lalu-lalu terkait dengan RUU Pemilu, kami semua partai sudah melakukan pembicaraan seperti yang saya sampaikan, informal ataupun formal dengan para ketua umum, dengan semua teman-teman untuk bisa melakukan pembicaraan terkait dengan hal tersebut," kata Puan, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (12/5/2026) lalu.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT
Komentar (0)