Dari Jepang untuk Indonesia: Mengisi Kemerdekaan dengan Keterampilan

wartaekonomi.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sekitar Oktober 2025, ketika mengikuti Osaka Expo di Jepang, saya bertemu dengan lima pemuda Indonesia yang sedang berjuang mengubah hidupnya. Mereka datang ke Jepang untuk bekerja, jauh dari keluarga dan tanah air.

Saya melihat ada harapan besar di balik perjuangan mereka: harapan untuk keluarga, kehidupan yang lebih baik, dan masa depan.

Bekerja di Jepang tentu tidak mudah. Ada bahasa yang harus dipelajari, budaya kerja yang harus dipahami, disiplin yang harus dijalankan, serta kerinduan kepada keluarga yang harus ditahan. Namun, mereka menjalaninya dengan keyakinan bahwa apa yang dilakukan hari ini akan menjadi bekal untuk kehidupan yang lebih baik.

Bagi saya, perjuangan mereka adalah salah satu wajah mengisi kemerdekaan.

Kita baru saja memperingati 81 tahun Indonesia merdeka. Para pendahulu kita merebut kemerdekaan dengan darah dan air mata. Tugas generasi hari ini adalah mengisinya dengan kerja keras, ilmu, keterampilan, dan kemandirian.

Karena itu, jangan melihat saudara-saudara kita yang bekerja di Jepang hanya sebagai pencari penghasilan.

Mereka sedang menempa diri.

Selama berada di Jepang, mereka memperoleh kesempatan belajar disiplin, keterampilan, bahasa, teknologi, budaya kerja, dan tanggung jawab. Semua itu merupakan modal berharga ketika mereka kembali ke Indonesia.

Saya selalu berpesan: jangan pulang dari Jepang hanya membawa uang. Pulanglah membawa kemampuan.

Dengan kemampuan bahasa Jepang dan pengalaman kerja, banyak peluang yang dapat mereka ambil di Indonesia. Mereka bisa bekerja di perusahaan yang memiliki hubungan dengan Jepang, menjadi tenaga profesional, mengajar bahasa Jepang di LPK, atau bahkan membangun usaha sendiri.

Jepang, dengan demikian, bukan semata-mata tempat mencari nafkah. Jepang bisa menjadi tempat menempa diri sebelum kembali membangun Indonesia.

Hal ini sejalan dengan salah satu perhatian utama Indonesia Japan Business Network (IJBNet), yaitu pengembangan sumber daya manusia. Dalam usia sewindu yang diperingati pada 8 Agustus 2026, IJBNet terus mendorong tiga bidang utama hubungan Indonesia-Jepang: adopsi teknologi, ekspor, dan pengembangan SDM, termasuk membuka lebih banyak kesempatan bagi tenaga Indonesia untuk bekerja di Jepang.

Kita tentu ingin meningkatkan jumlah SDM Indonesia yang bekerja di Jepang, bahkan mengejar negara seperti Vietnam. Namun, yang lebih penting bukan sekadar jumlah.

Kita harus mengirim manusia yang berkualitas dan memulangkan manusia yang lebih berkualitas.

Di tengah sulitnya lapangan pekerjaan di dalam negeri, kesempatan bekerja di Jepang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Pergi ke Jepang bukan berarti meninggalkan Indonesia. Mereka pergi untuk bekerja, belajar, mengumpulkan pengalaman dan modal, kemudian suatu hari kembali membawa manfaat bagi tanah air.

Saya kembali teringat lima pemuda yang saya temui di Osaka.

Mungkin mereka tidak sedang memikirkan hal-hal besar. Mereka hanya bekerja keras untuk hari ini dan berharap kehidupan keluarganya lebih baik esok hari.

Namun, dari keringat merekalah masa depan sedang dipersiapkan.

Kepada mereka dan seluruh anak bangsa yang sedang bekerja di Jepang, pesan saya sederhana:

Mumpung ada kesempatan, manfaatkanlah Jepang sebaik-baiknya. Jangan hanya bekerja, tetapi belajarlah. Jangan hanya menabung uang, tetapi kumpulkan pengalaman dan kemampuan.

Sebab, ketika kembali ke Indonesia nanti, jangan pulang hanya sebagai mantan pekerja Jepang.

Pulanglah sebagai manusia Indonesia yang lebih terampil, lebih mandiri, dan lebih siap memberikan manfaat bagi negeri.

Dari Jepang kami bekerja.
Dari Jepang kami belajar.
Untuk Indonesia, kami menyiapkan masa depan.

Merdeka!


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Seni kerajinan bantu perempuan di Afghanistan kembali berdaya
• 19 jam lalu
0
thumb
KDM Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Gedung Sate, Ingatkan Makna Kemerdekaan
• 11 jam lalu
0
thumb
Tak Masuk Skema Pelatih, PSIM Pinjamkan Reva Adi Utama ke Borneo FC untuk BRI Super League 2026/2027
• 7 jam lalu
0
thumb
Kisah Kabar Proklamasi Bung Karno yang Sempat Diragukan di Sumatera
• 12 jam lalu
0
thumb
Jurnalis Fabrizio Romano Mendadak Beri Kabar Bahagia untuk Emil Audero, Apa Itu?
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.