Pernah Dibangunkan Jam 2 Pagi dan Dimaki-maki sang Ibu Gegara Nilai Jelek, Marshanda Ungkap Cara Damai dengan Luka Masa Lalu

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID – Menjadi bintang sinetron sejak kanak-kanak menyimpan banyak luka terpendam bagi seorang Marshanda. Di balik senyum cerianya, artis yang akrab disapa Caca ini ternyata menyimpan trauma masa kecil yang mendalam terhadap sang ibunda, Riyanti Sofyan.

Namun, alih-alih terus memendam rasa benci, Marshanda berhasil berdamai dengan luka batin tersebut melalui metode psikologis. Kepada Nikita Willy, Marshanda menceritakan salah satu memori yang paling membekas saat dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar.

"Misalnya waktu kecil aku ingat, aku pernah kelas 2 SD atau 1 SD, aku jam 2.00 pagi tengah malam tiba-tiba dibangunin Mama. Terus Mama tiba-tiba udah kayak stres banget, terus dia marah-marah kayak ngomong ngomel-ngomel panjang lebar tentang aku, nilai PPKN dan agamaku di bawah 5 gitu, nilaiku jelek pokoknya," kata Marshanda dikutip Grid.ID dalam YouTube Podcast Nikita Willy.

Peristiwa tersebut sempat membuat Marshanda kecil merasa terluka dan tidak mengerti alasan ia diperlakukan demikian oleh ibu kandungnya sendiri.

"Aku memaknai pengalaman itu tuh kayak aku anak kecil yang harusnya disayang kok tiba-tiba dimaki-maki, aku nggak ada maksud, anak ini tidak punya maksud membuat ibunya ngerasa tertekan, nggak punya maksud buruk sedikit pun tapi diperlakukan tidak adil, aku victim."

"Nah, aku memaknainya gitu tuh dulu," jelasnya.

Adapun titik balik penyembuhan batin Marshanda terjadi ketika ia dibimbing oleh seorang profesional untuk mengubah sudut pandangnya. Ia diminta masuk kembali ke memori masa lalu dan melihat situasi tersebut langsung dari kacamata sang ibu.

Dari situlah hati Marshanda terbuka. Ia baru menyadari beratnya beban hidup yang dipikul ibunya saat itu, yang terpaksa menjadi orang tua tunggal di usia yang masih muda.

"Mama baru umur 26 atau 27, punya anak tiga, single parent, harus ngurus anaknya setiap hari tiga orang, punya ibu yang udah mulai sakit dan dia harus urus juga."

"Punya pressure gede banget dan punya keluarga, anggota keluarga lain, kakaknya dia yang anak-anaknya tuh serba nilainya bagus, nurut peraturan, nggak ada yang rebel," jelas Marshanda.

Melalui pemahaman tersebut, rasa sakit hati dan kemarahan yang dipendam Marshanda bertahun-tahun perlahan luruh menjadi rasa iba dan kasih sayang yang tulus. Ia menyadari bahwa sang ibu saat itu tidak berniat jahat.

 

"Dari yang tadinya aku memaknai mamaku jahat, jadi mamaku need help banget tapi nggak ada yang bisa bantu dia gitu," tandas ibu satu anak itu. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gempa M 7,7 NTT Rusak RSUD Manggarai, BNPB Siapkan Rumah Sakit Lapangan
• 22 jam lalu
0
thumb
Hari Kedua Gempa NTT, Seskab Teddy Sebut Tambahan 25 ton Bantuan Telah Tiba di NTT
• 16 jam lalu
0
thumb
Puan Hadiri HUT ke-81 RI di Istana, Pakai Kebaya Modern dan Kain NTT
• 11 jam lalu
0
thumb
Gempa Terkini M3,0 Guncang Bandung, Terasa di Kertasari hingga Pacet
• 1 jam lalu
0
thumb
Pidato Prabowo, Optimisme, dan Pentingnya Penjelasan Transformasi Kebijakan
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.