JAKARTA, KOMPAS.com - Wali Kota Jakarta Timur Munjirin berharap kegiatan lomba dalam memperingati HUT RI atau momen 17 Agustusan di Kalimalang dapat bertambah.
Hal itu ia sampaikan setelah melihat antusiasme masyarakat yang begitu tinggi saat menyaksikan lomba panjat pinang di Kalimalang RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar.
"Tahun lalu saya ke sini memantau di seberang, itu enggak begitu rapat penontonnya. Tapi alhamdulillah tahun ini rapat," kata Munjirin kepada wartawan di lokasi, Senin (17/8/2026).
Baca juga: Ketika Lomba Panjat Pinang Kalimalang Jaktim Bawa Berkah bagi Pedagang Lokal...
Karena itu, Munjirin berharap pada tahun berikutnya perlombaan di Kalimalang dapat ditambah, bukan hanya panjat pinang dan kegiatan lainnya.
"Tadi bincang-bincang dengan Pak RW. Mudah-mudahan tahun besok akan ada tambahan kegiatan lagi untuk membahagiakan atau memperingati hari Kemerdekaan ini," tuturnya.
Ia menambahkan, perlombaan di Kalimalang, tepatnya yang digelar RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu, diharapkan dapat menjadi contoh bagi RW-RW lainnya.
Baca juga: Lomba Panjat Pinang Kalimalang Jaktim, Bukan Sekadar Hadiah tapi Jaga Kekompakan
"Semuanya sebenarnya sudah ramai, ada melaksanakan tapi jenis-jenis perlombaannya yang berbeda-beda, cara mengemas kegiatannya juga berbeda-beda," tutur dia.
Sebelumnya diberitakan, semangat kemerdekaan begitu terasa di lingkungan RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.
Warga menggelar berbagai lomba tradisional dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 RI.
Menariknya, tradisi perlombaan 17 Agustusan di wilayah tersebut ternyata sudah berlangsung sejak 1980.
Baca juga: 46 Tahun Merawat Tradisi 17 Agustus di Kalimalang Jaktim: Dari Gebuk Bantal hingga Panjat Pinang
Ketua LMK RW 04 Cipinang Melayu, Subagio, mengatakan tahun ini warga kembali menggelar tiga jenis perlombaan, yakni gebuk bantal, titian bambu, dan panjat pinang.
"Untuk 17-an tahun ini kita menyelenggarakan seperti tahun-tahun yang lalu. Penyelenggaraannya sudah dari tahun 1980," kata Subagio kepada Kompas.com saat ditemui, Senin (17/8/2026).
Menurut dia, terdapat empat alat perlombaan yang disiapkan warga.
Dua di antaranya digunakan untuk panjat pinang, sementara masing-masing satu untuk titian bambu dan gebuk bantal.
Baca juga: “Yang Penting Kita Senang”, Cerita Panjat Pinang di Kalimalang Penuh Tawa
Yang tak kalah menarik, hadiah utama untuk pemenang panjat pinang tahun ini berupa sepeda listrik dan dua sepeda gunung.






Komentar (0)