Fatma Saifullah Puji Pendidikan Vokasi LSBA Bekasi untuk Anak Disabilitas

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Tepuk tangan meriah terdengar di Arswendo Atmowiloto Centre for Performing Arts, LSPR Transpark Bekasi, akhir pekan lalu. Siswa London School Beyond Academy (LSBA) Bekasi, Marthalima Dwi Satryo, tampil berduet bersama Mr. Josef Radel dalam acara peresmian LSBA.

Penampilan tersebut turut disaksikan Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial Fatma Saifullah Yusuf. Ia mengaku tersentuh melihat penampilan Marthalima.

"Melihat penampilan anak-anak kita tadi, hati saya sangat tersentuh. Mereka membuktikan bahwa di balik keterbatasan ada talenta luar biasa yang mekarnya hanya butuh satu hal: kesempatan," ujar Fatma dalam keterangannya, Senin (17/8/2026).

Kehadiran LSBA Bekasi menjadi bagian dari upaya memperluas ruang pendidikan vokasional bagi remaja penyandang disabilitas. Kampus yang berada di lingkungan LSPR Transpark Bekasi ini tidak hanya menawarkan pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga mempersiapkan peserta didik menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan formal.

"Setelah pendidikan formal, kita harus menyiapkan anak-anak untuk menjadi lebih mandiri, bermartabat, dan bisa diterima di masyarakat," kata Fatma.

Baca juga: HUT ke-81 RI, Fatma Saifullah Beri Motivasi Siswa Sekolah Rakyat Lampung

Fatma menyampaikan kebutuhan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus terus berkembang. Karena itu, pendidikan lanjutan perlu diarahkan pada penguatan keterampilan praktis, kepercayaan diri, kemampuan sosial, hingga kesiapan memasuki dunia kerja.

Tidak hanya itu, Fatma juga menggarisbawahi peran krusial para orang tua yang konsisten mendampingi tumbuh kembang anak-anak. Perjuangan dan kasih sayang keluarga menjadi fondasi utama keberhasilan pendidikan vokasi ini.

Ia pun menyambut baik konsistensi Founder & CEO LSPR Institute, Prita Kemal Gani, serta Direktur LSBA & LSCAA, Associate Professor Chrisdina, menghadirkan pendidikan vokasional yang memberi ruang bagi anak-anak untuk mengenali dan mengembangkan potensinya.

"Pendidikan inklusif bukan hanya tentang materi yang diberikan di kelas. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana anak-anak ini memiliki kepercayaan diri, keterampilan, dan kesempatan untuk berkontribusi di masyarakat," ucap Fatma.

Senada, Chrisdina mengatakan setiap anak memiliki potensi dan kebutuhan pengembangan yang berbeda. Karena itu, LSBA tidak menerapkan pendekatan yang seragam kepada seluruh peserta.

Baca juga: DWP Kemensos Dampingi 'Para Tersayang' di Jombang Lewat Program ATENSI

"Pembelajaran di LSBA menekankan praktik langsung dengan program yang disesuaikan dengan kemampuan peserta," papar Chrisdina.

Ia mengungkapkan peserta tidak hanya belajar keterampilan teknis, tetapi juga dibekali kemampuan komunikasi, sosial, disiplin, tanggung jawab, dan kepercayaan diri. Pendekatan pembelajaran menggunakan metode fun learning, visual, dan auditori dengan memadukan aspek pedagogis, teknologi, dan emosional sesuai kebutuhan peserta.

Lebih lanjut, Chrisdina menjelaskan LSBA Bekasi menyediakan empat bidang keterampilan, yakni Tata Boga, Kriya, Administrasi Perkantoran, serta Digital Desain dan Cetak.

Adapun peserta menjalani enam semester pembelajaran yang kemudian dilanjutkan dengan dua semester pelatihan kerja. Sebelum diterima, calon peserta yang merupakan lulusan SMA atau sederajat terlebih dahulu menjalani asesmen untuk menentukan kebutuhan dan program pengembangan yang sesuai.

Dengan kapasitas maksimal 70 peserta didik setiap angkatan, LSBA Bekasi dilengkapi sejumlah fasilitas praktik, antara lain Laboratorium Tata Boga, Sablon, Kriya, dan Kerajinan Tangan. Pembelajaran ini nantinya akan dilanjutkan ke dunia kerja.

Baca juga: Sambut HDI 2026, DWP Kemensos Gelar Beauty Class untuk Pegawai Perempuan

Kolaborasi LSBA & Kemensos

Kementerian Sosial menjadi salah satu instansi yang merangkul siswa dan lulusan LSBA. Saat ini, Selalu Ada Kopi, sebuah kafe disabilitas yang berada di Kantor Kementerian Sosial, telah menjadi ruang kerja profesional bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan keterampilan sebagai chef, barista dan waiter sekaligus belajar mengelola operasional usaha.

Di samping Selalu Ada Kopi, kolaborasi Kementerian Sosial, LSBA dan berbagai pihak lain yang tergabung dalam DIFABELA DWP Kemensos membuktikan daya saing karya penyandang disabilitas di pasar terbuka.

Produk kriya dan kuliner yang dihasilkan para siswa mampu memenuhi standar kompetensi industri. Kemensos berencana mengadaptasi pola pembelajaran dan pendampingan terstandar milik LSBA ke sentra-sentra rehabilitasi sosial di berbagai wilayah Indonesia.

Sebagai informasi, turut hadir pada peresmian ini Penasehat DWP Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Shinta Maruarar Sirait. Fatma Saifullah Yusuf bersama Shinta Maruarar, founder dan CEO LSPR Institute Prita Kemal Gani, Kemal Effendi Gani selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Pesona Pribadi Sejahtera yang menaungi LSPR dan Ex Duta Besar Indonesia untuk Qatar H.E. Ridwan Hassan bersama-sama memotong pita menandai pembukaan LSBA Bekasi di Lantai 2 LSBA Bekasi.




(anl/ega)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
TNI Resmikan Kampung Damai dan Jembatan Garuda di Hitadipa, Papua Tengah
• 1 jam lalu
0
thumb
Tak Hadir di Istana, Megawati Pimpin Upacara HUT RI di Sekolah Partai PDIP
• 11 jam lalu
0
thumb
Integrasi Jalan Tol Dinilai Penting Beri Solusi buat Rantai Logistik Nasional
• 23 jam lalu
0
thumb
Meriahkan HUT Ke-81 RI, Emak-Emak Lomba Tarik Bus AKAP 20 Ton di Terminal Kalideres
• 7 jam lalu
0
thumb
12 Tanda Anak Jenius, Sudah Muncul Sejak Dini
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.