Kementerian Ekonomi Kreatif menyesuaikan rangkaian Malam Merdeka dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI demi menghormati korban gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu penyesuaian dilakukan dengan menunda agenda pertunjukan kembang api dan memasukkan pesan "Pray for NTT" dalam video mapping serta pertunjukan drone.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan, penyesuaian tersebut dilakukan karena pemerintah turut mempertimbangkan kondisi masyarakat yang sedang menghadapi bencana.
“Jadi memang tadi sudah dikatakan oleh Pak Fahd dari Bakom bahwa ini sudah disiapkan lama, tetapi kan juga ada suasana seperti ini tentu juga ada situasi batin yang juga kita harus sesuaikan begitu,” kata Riefky dalam konferensi pers di Ballroom Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Senin (17/8).
Menurutnya, salah satu agenda yang sebelumnya direncanakan dalam rangkaian Malam Merdeka adalah pertunjukan kembang api. Namun, agenda tersebut urung dilakukan untuk menghormati suasana berkabung kepada korban gempa di NTT.
“Beberapa upaya memang ada beberapa, ada satu lah agenda yang kita tunda, kembang api, fireworks. Karena itu kan terlalu bagaimana begitu, yang tadinya mau ditaruh di atas gedung Wisma Nusantara itu kita tunda,” katanya.
Kementerian Ekonomi Kreatif juga menyesuaikan materi pertunjukan yang tetap digelar dalam rangkaian Malam Merdeka. Riefky mengatakan, pesan “Pray for NTT” akan ditampilkan dalam video mapping di Monas dan pertunjukan drone.
"Nanti juga di video mapping di Monas maupun drone juga ada apa namanya tampilan 'Pray for NTT' semacam itu. Itu juga bagian untuk apa namanya menyampaikan situasi batin kita," ujar Riefky.
Rangkaian tersebut tetap digelar sebagai bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Namun, pemerintah mengimbau agar perayaan kemerdekaan tetap dilakukan dengan memperhatikan kondisi masyarakat yang terdampak bencana.
Deputi Bidang Strategi dan Komunikasi Bakom RI Fahd Pahdepie mengatakan pemerintah ingin perayaan kemerdekaan tetap menjadi momentum untuk bersyukur, tetapi tidak dilakukan secara berlebihan hingga melupakan masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“Pemerintah mengimbau agar kegembiraan dan rasa syukur ini tidak berlebihan sehingga melupakan saudara-saudara kita yang sedang terdampak atau sedang menghadapi ujian dan musibah di NTT,” kata Fahd.
Fahd mengatakan, pemerintah juga ingin rangkaian perayaan kemerdekaan menjadi momentum untuk membangun solidaritas dan kebersamaan.
“Sehingga di acara-acara yang digelar oleh pemerintah, dalam hal ini termasuk yang digerakkan oleh Kementerian Ekraf, diimbau agar juga bisa memuat atau mengandung unsur untuk bisa membantu menggalang bantuan, menggalang kebersamaan, doa bersama, dan nanti itu yang menjadi semangat dari peringatan kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia,” tuturnya.
Menurutnya, perayaan kemerdekaan juga diharapkan dapat menyampaikan pesan bahwa masyarakat Indonesia merupakan bangsa yang tangguh dan mampu bangkit ketika menghadapi situasi sulit.
“Bangsa Indonesia adalah bangsa yang tangguh, kita bangkit kembali, kita tumbuhkan lagi harapan, dan kita ekspresikan rasa syukur kita sebagai bangsa yang merdeka dengan penuh dengan kegembiraan, persaudaraan, persatuan, dan solidaritas,” ujarnya






Komentar (0)