Amerika Serikat, VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon untuk mengurangi secara signifikan cakupan latihan militer gabungan dengan Korea Selatan.
Trump menilai latihan militer tahunan AS dan Korea Selatan tersebut membutuhkan anggaran besar. Selain persoalan biaya, Trump juga menganggap latihan itu dapat mengirimkan sinyal bermusuhan kepada Korea Utara.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui akun Truth Social miliknya menjelang pelaksanaan latihan tahunan Ulchi Freedom Shield yang dijadwalkan berlangsung pada pekan ini.
Latihan tersebut merupakan agenda rutin AS dan Korea Selatan. Namun, pelaksanaannya kerap mendapat kecaman dari Korea Utara yang menganggap latihan militer gabungan kedua negara sebagai simulasi untuk mempersiapkan perang.
Trump Singgung Hubungannya dengan Kim Jong UnDalam pernyataannya, Trump mengaitkan keputusan tersebut dengan hubungan yang selama ini dibangunnya dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.
Trump mengatakan dirinya tidak senang karena AS telah lama menyetujui partisipasi dalam latihan militer gabungan bersama Korea Selatan.
"Berdasarkan hubungan saya yang sangat baik dengan Kim Jong Un dari Korea Utara, saya tidak senang dengan fakta bahwa Amerika Serikat telah lama menyetujui partisipasi dalam Latihan Militer Gabungan bersama Korea Selatan," tulis Trump.
Trump juga menyoroti besarnya biaya yang dikeluarkan dalam latihan militer tersebut. Menurut dia, sebagian besar beban pembiayaan latihan ditanggung oleh AS.
Selain persoalan anggaran, Trump mempertanyakan kesesuaian latihan tersebut dengan hubungan diplomatik yang telah dibangun antara dirinya dan Korea Utara.
Trump Sebut Latihan Beri Sinyal BermusuhanTrump menilai latihan gabungan AS dan Korea Selatan tidak hanya menguras biaya, tetapi juga memberikan pesan yang menurutnya tidak tepat kepada Korea Utara.
Ia mengatakan Korea Utara selama masa kepresidenannya tidak menunjukkan ancaman terhadap AS dan justru bersikap penuh hormat.
"Latihan-latihan ini tidak hanya memakan biaya besar, yang sebagian besar ditanggung oleh Amerika Serikat, tetapi juga mengirimkan sinyal yang sama sekali tidak pantas dan bermusuhan kepada sebuah negara yang, selama masa kepresidenan Donald J. Trump, tidak menunjukkan ancaman dan justru bersikap penuh hormat," tambahnya.






Komentar (0)