Trump Perintahkan Pentagon Pangkas Latihan Militer AS-Korsel, Singgung Hubungan dengan Kim Jong Un

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Amerika Serikat, VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon untuk mengurangi secara signifikan cakupan latihan militer gabungan dengan Korea Selatan.

Trump menilai latihan militer tahunan AS dan Korea Selatan tersebut membutuhkan anggaran besar. Selain persoalan biaya, Trump juga menganggap latihan itu dapat mengirimkan sinyal bermusuhan kepada Korea Utara.

Baca Juga :
Sekutu Teluk Mulai Murka, Donald Trump Dituding Bawa Timur Tengah ke 'Neraka'
Donald Trump Minta Warga AS Terima saja Harga BBM Melonjak

Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui akun Truth Social miliknya menjelang pelaksanaan latihan tahunan Ulchi Freedom Shield yang dijadwalkan berlangsung pada pekan ini.

Latihan tersebut merupakan agenda rutin AS dan Korea Selatan. Namun, pelaksanaannya kerap mendapat kecaman dari Korea Utara yang menganggap latihan militer gabungan kedua negara sebagai simulasi untuk mempersiapkan perang.

Trump Singgung Hubungannya dengan Kim Jong Un

Dalam pernyataannya, Trump mengaitkan keputusan tersebut dengan hubungan yang selama ini dibangunnya dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.

Trump mengatakan dirinya tidak senang karena AS telah lama menyetujui partisipasi dalam latihan militer gabungan bersama Korea Selatan.

"Berdasarkan hubungan saya yang sangat baik dengan Kim Jong Un dari Korea Utara, saya tidak senang dengan fakta bahwa Amerika Serikat telah lama menyetujui partisipasi dalam Latihan Militer Gabungan bersama Korea Selatan," tulis Trump.

Trump juga menyoroti besarnya biaya yang dikeluarkan dalam latihan militer tersebut. Menurut dia, sebagian besar beban pembiayaan latihan ditanggung oleh AS.

Selain persoalan anggaran, Trump mempertanyakan kesesuaian latihan tersebut dengan hubungan diplomatik yang telah dibangun antara dirinya dan Korea Utara.

Trump Sebut Latihan Beri Sinyal Bermusuhan

Trump menilai latihan gabungan AS dan Korea Selatan tidak hanya menguras biaya, tetapi juga memberikan pesan yang menurutnya tidak tepat kepada Korea Utara.

Ia mengatakan Korea Utara selama masa kepresidenannya tidak menunjukkan ancaman terhadap AS dan justru bersikap penuh hormat.

"Latihan-latihan ini tidak hanya memakan biaya besar, yang sebagian besar ditanggung oleh Amerika Serikat, tetapi juga mengirimkan sinyal yang sama sekali tidak pantas dan bermusuhan kepada sebuah negara yang, selama masa kepresidenan Donald J. Trump, tidak menunjukkan ancaman dan justru bersikap penuh hormat," tambahnya.

Baca Juga :
Donald Trump Menggantang Asap di Selat Hormuz
Tak Hanya Bertukar Budaya, Puluhan Relawan Muda Korsel dan RI Perdalam soal Urban Farming hingga Perubahan Iklim
Iran Sentil Trump: Selat Hormuz Tak Bisa Direbut Lewat Cuitan atau Perintah

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Perjalanan 3 Jam Tak Sia-sia, Warga Terpukau Saksikan Upacara HUT Ke-81 RI di IKN
• 6 jam lalu
0
thumb
Tapak Tilas, menghidupkan kembali jejak sejarah kemerdekaan
• 15 jam lalu
0
thumb
Jadwal Drawing Pembagian Grup AFC Challenge League 2026-2027: Borneo FC Segel Status Tuan Rumah, Jangan Sampai Persib Gabung
• 19 jam lalu
0
thumb
12 Tanda Anak Jenius, Sudah Muncul Sejak Dini
• 21 jam lalu
0
thumb
Tepuk Tangan Menggema di Istana Usai Paskibraka Sukses Kibarkan Merah Putih
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.