Video warga bermain badminton di dalam Gedung Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Desa Sikanco, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menjadi perhatian setelah beredar luas di media sosial.
Rekaman berdurasi sekitar 14 detik itu menampilkan sejumlah warga tengah bertanding badminton di atas permukaan berwarna hijau di dalam gedung yang disiapkan untuk kegiatan Kopdes Merah Putih.
Kemunculan video tersebut sempat memunculkan dugaan bahwa Gedung Kopdes Merah Putih Desa Sikanco telah dialihfungsikan menjadi lapangan badminton.
Pemerintah Desa Sikanco kemudian memberikan klarifikasi. Sekretaris Desa Sikanco, Atik Setiawan, mengatakan gedung tersebut hanya digunakan sementara untuk pertandingan badminton dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di tingkat desa.
“Memang benar gedung digunakan untuk pertandingan badminton, tetapi hanya sementara sebagai bagian dari perlombaan HUT RI dan bukan dialihfungsikan menjadi lapangan badminton,” kata Atik.
Pertandingan digelar selama empat hari, yakni 4-7 Agustus 2026, dengan peserta perwakilan warga dari sejumlah dusun di Desa Sikanco.
Atik menjelaskan permukaan hijau yang terlihat dalam video merupakan karpet khusus yang dipasang selama pertandingan, bukan lantai lapangan permanen.
“Karpetnya memang berwarna hijau sehingga kalau dilihat dari video seolah-olah seperti lapangan tetap, padahal setelah kegiatan selesai langsung kami bongkar dan gulung kembali,” jelasnya.
Gedung Kopdes Merah Putih dipilih sebagai lokasi pertandingan karena koperasi tersebut belum menjalankan kegiatan operasional.
“Selama Kopdes belum beroperasi, gedung untuk sementara kami manfaatkan untuk kegiatan desa yang positif dan tidak mengganggu fungsi bangunan,” ungkap Atik.
Pemdes Sikanco juga telah berkoordinasi dengan Babinsa setempat sebelum menggunakan gedung untuk kegiatan masyarakat.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Babinsa, dan selama kegiatannya positif tentu bisa dimanfaatkan, tetapi untuk kegiatan yang tidak baik tentu tidak akan kami izinkan,” tegas Atik.
Setelah pertandingan berakhir, perlengkapan badminton dan karpet yang digunakan telah dibongkar. Pemdes memastikan pemanfaatan sementara tersebut tidak mengubah fungsi utama gedung Kopdes Merah Putih.
Menkop Tak MasalahMenteri Koperasi (Menkop) Fery Juliantono juga merespons penggunaan sementara gedung Kopdes untuk kegiatan masyarakat. Ia mengaku tidak mempersoalkan gedung Kopdes yang digunakan untuk kegiatan olahraga selama koperasi belum beroperasi.
"Enggak apa-apa, bentar kan. Tapi kan bentar lagi operasional lagi," kata Fery di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026).
Fery mengatakan pemerintah tengah mempersiapkan regulasi terkait operasional Kopdes. Para manajer koperasi juga mulai dipersiapkan agar kegiatan operasional dapat segera berjalan.
"Bentar lagi akan ada Peraturan Presiden tentang operasionalnya. Bersamaan dengan manajer koperasi juga sudah mulai dipersiapkan. Dan udah, langsung jalan," ujarnya.
Ia menargetkan operasional Kopdes mulai berjalan secara bertahap dan diharapkan seluruhnya sudah beroperasi pada September 2026.
"Iya, nanti mungkin September udah mulai operasional semua kan ya. Gitu," kata Fery.
Terkait target 10.000 Kopdes yang sebelumnya disebutkan, Fery menjelaskan jumlah bangunan fisik yang tersedia lebih banyak dibandingkan jumlah koperasi yang akan mulai beroperasi.
"Belum. Kalau yang bangunan fisiknya lebih dari itu, yang operasional bisa lebih dari itu," ujarnya.






Komentar (0)