MEDAN, KOMPAS.TV - Seorang siswa sekolah menengah pertama (SMA) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dilaporkan mengalami penurunan kesadaran usai menunjukkan gejala keracunan makanan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Siswa tersebut merupakan satu dari ratusan siswa lain yang mengalami gejala keracunan makanan usai menyantap MBG.
Berikut sejumlah fakta terkait insiden itu, seperti dilansir Antara, Sabtu (15/8/2026).
Dirujuk ke RS Haji MedanGubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menyebut siswa tersebut dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan hingga pulih.
Ia menjelaskan, siswa tersebut berasal dari SMA Negeri 1 Berastagi. Ia dirujuk setelah mengalami penurunan kesadaran.
Baca Juga: Menko Pangan Zulkifli Hasan Minta Maaf soal MBG: Hampir 1 Tahun Lebih Gunjang-Ganjing
"Murid tersebut dirujuk ke RSU Haji Medan setelah kondisinya mengalami penurunan kesadaran," ujar Bobby usai menjenguk siswa tersebut, Sabtu.
Ia menegaskan, siswa tersebut mengalami gejala yang lebih berat daripada murid lainnya, sehingga harus dirujuk dari Kabanjahe di Karo ke Medan untuk mendapatkan penanganan intensif.
"Kondisi adik kita ini lebih parah ya dibandingkan teman-teman yang lain. Awalnya dirawat di Kabanjahe, namun dirujuk ke sini karena memang kondisinya pas di sana sempat mengalami penurunan kesadaran," jelas Bobby.
Jalani Perawatan IntensifBobby menuturkan, siswa tersebut menjalani perawatan intensif di Pediatric Intensive Care Unit (PICU), dan terus dipantau tim medis RSU Haji Medan.
Ia juga mengaku sempat berbincang dengan orang tua pasien asal Karo ini, dan memastikan pemerintah akan mengawal penanganan hingga pasien benar-benar pulih.
"Di sini pokoknya kami usahakan, kami tadi janji sampai pulih. Minta orang tua tadi, kalau bisa benar-benar dipulihkan total. Tadi estimasi dari dokternya mungkin dua sampai tiga hari lagi," tutur Bobby.
Direktur RSU Haji Medan Yulinda Elvi Nasution menjelaskan, pasien mengalami nyeri hebat pada bagian perut yang datang berulang.
Baca Juga: FATAL! 288 Siswa Diduga Keracunan MBG, Bobby Nasution Buka Suara | SAPA MALAM
"Merasa kesakitan dari perutnya itu. Sebelum begitu lah, rasa nyeri, nyeri, nyeri sekali. Terus ditambah analgesiknya dari dokter, disuntikkan baru dia tenang. Setengah jam sekali begitulah, kalau nyeri yang terlalu hebat," kata Yulinda.
Ia menyebut pasien tersebut tiba di RSU Haji Medan pada Jumat (14/8/2026) pukul 13.30 WIB. Tim medis juga melakukan pemeriksaan laboratorium lanjutan untuk mengetahui perkembangan kondisi pasien.
"Kita masih mau periksa lab-nya lagi lebih lanjut, kan baru diperiksa dari sana, mungkin besok kita ada hasil lab yang baru," tutur Yulinda.
KronologiBerdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, sebanyak 361 murid dari SMA Negeri 1 Berastagi beserta SMA dan SMK Swasta Bersama di Karo, diduga mengalami keracunan massal.
Mereka mengalami gejala tersebut setelah menyantap menu MBG di Berastagi, Kamis (13/8/2026).
Sebanyak 361 korban menjalani perawatan di empat rumah sakit, dan satu klinik.
Dari 361 korban tersebut, 270 orang menjalani rawat inap, 89 rawat jalan, seorang pasien menjalani rawat inap di rumah sakit di Medan, dan seorang di RSU Haji Medan.
Download KompasTV App di https://app.kompas.tv/ sekarang juga. Satu app untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Antara
- keracunan mbg
- sumatera utara
- bobby nasution
- gubernur sumatera utara
- keracunan mbg di karo
- MBG






Komentar (0)