Taizhou, Zhejiang, Tiongkok  Dilanda Banjir Berhari-hari, Jenazah Mengapung Terekam Kamera 

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com  Sejak 9 Agustus, Topan “Dolphin” membawa hujan deras selama berhari-hari ke Taizhou, Provinsi Zhejiang, sehingga wilayah tersebut dilanda banjir besar. Pada 10 Agustus, beredar video yang memperlihatkan jenazah mengapung terbawa arus sungai di Kabupaten Tiantai, Taizhou. Pemerintah Tiongkok disebut tidak memberikan laporan mengenai jumlah korban.

Sejak 9 Agustus, hujan deras mengguyur berbagai wilayah Taizhou selama beberapa hari berturut-turut. Banjir merendam kawasan perkotaan dan mengubah jalan-jalan menjadi seperti sungai.

Di Kota Linhai, misalnya, seluruh kawasan tertentu dilanda banjir. Di Desa Puye, Kota Yongfeng, air bahkan merendam rumah hingga lantai pertama, sementara sejumlah mobil hampir seluruhnya terendam.

Pada 10 Agustus, hujan deras di Taizhou masih terus berlangsung. Di sekitar Jalan Tua Zhexi, Kabupaten Tiantai, permukaan air Sungai Zhexi meningkat secara signifikan.

Video yang beredar di internet pada hari itu memperlihatkan sebuah jenazah yang diduga seorang pria dewasa hanyut terbawa arus.

「#白海豚」襲擊浙江台州後續 :浙江台州臨海市,現在已全街覆沒。在永豐浦葉,樹全部淹掉,房子淹到一層樓,轎車沒頂。 https://t.co/1v2GFiEDKz pic.twitter.com/3ue3Vlziki

— 文北 (@wenbei2022) August 10, 2026

Seorang warganet setempat mengatakan bahwa ia mendengar kabar seorang anak tewas akibat banjir di sekitar Jalan Tua Zhexi. Namun, orang lain kemudian menjelaskan bahwa jenazah yang terlihat tersebut adalah seorang pria dewasa yang terbawa arus.

Menurut keterangan tersebut, pria itu mengenakan “baju biru dan celana pendek hitam, bagian belakang tubuhnya terlihat, dengan posisi telungkup menghadap ke bawah dan hanyut mengikuti arus.”

台州 https://t.co/PAdjt35QbJ

— 兲朝真相 (@limingvindx7286) August 13, 2026

Pada 12 Agustus dini hari, hujan deras kembali mengguyur Kota Taizhou. Banyak kawasan di pusat kota terendam. Sejumlah kendaraan bahkan ikut terendam atau terseret arus banjir.

Seorang sumber yang disebut berasal dari kalangan internal pemerintahan setempat mengungkapkan bahwa pihak berwenang mulai mengontrol unggahan di WeChat Moments dan melarang masyarakat memposting video mengenai banjir.

Sejumlah warga setempat mengaku “meremehkan kekuatan Dolphin” dan mengatakan bahwa topan tersebut bergerak sangat lambat dan berputar-putar di wilayah tersebut, sehingga membawa banjir selama berhari-hari ke Taizhou.

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Naik Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta Cuma Rp 8 Hari Ini, Catat Jam Berlakunya
• 10 jam lalu
0
thumb
Mengenal Pacu Kude, Tradisi Unik Merayakan Hari Kemerdekaan Khas Masyarakat Aceh Tengah
• 3 jam lalu
0
thumb
Update Gempa NTT: 6 Puskesmas dan 2 Rumah Sakit Rusak Parah, Tim Medis Dikerahkan
• 11 jam lalu
0
thumb
PKS Gelar Upacara Peringatan HUT ke-81 RI, AMY Ungkit Dukungan Penghematan Anggaran
• 6 jam lalu
0
thumb
Gempa NTT: Kapolda Sebut Polri Berhasil Buka Akses 3 Wilayah yang Terisolasi
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.