Megawati: Kader yang Takut Sebut Nama Bung Karno, Saya Pecat

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menegaskan akan memecat kader yang takut menyebut nama Presiden pertama RI Soekarno atau Bung Karno.

Pernyataan itu disampaikan Megawati saat memimpin upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di halaman Masjid At-Taufiq, Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Senin (17/8).

Megawati awalnya berbicara mengenai perjuangan keluarga Bung Karno selama 57 tahun untuk memperjuangkan pencabutan TAP MPRS Nomor 33/MPRS/1967 tentang pencabutan kekuasaan pemerintahan negara dari Presiden Soekarno.

Menurut Megawati, pencabutan TAP tersebut menjadi bukti bahwa kebenaran pada akhirnya akan menemukan jalannya.

"Peristiwa itu mengajarkan satu hal kepada saya: bahwa kebenaran mungkin dapat ditunda, tetapi, tetapi, tetapi, kebenaran itu tidak akan pernah kehilangan jalannya, dan kebenaran itu pasti, pasti, pasti menang!," kata Megawati.

Megawati kemudian mengingatkan kepada para kadernya, agar tak pernah takut menyebut nama Bung Karno. Sebab, Bung Karno adalah bagian dari sejarah bangsa yanag tak terpisahkan.

Megawati mengatakan sikapnya terhadap Bung Karno tidak semata-mata karena dirinya merupakan putri Soekarno.

"Saya berbicara bukan hanya karena saya anak Bung Karno. Saya berbicara sebagai warga bangsa, saya berbicara sebagai warga negara Indonesia," ujarnya.

Menurut Megawati, Bung Karno merupakan bagian dari sejarah Indonesia dan dunia. Karena itu, dia menilai sosok Bung Karno tidak seharusnya hanya dipandang sebagai bagian dari keluarga Soekarno.

"Bung Karno bukan hanya milik keluarganya, Bung Karno adalah bagian dari sejarah bangsa Indonesia dan dunia," kata dia.

Megawati kemudian menyinggung keberadaan patung dan nama Bung Karno di sejumlah negara. Dia mengatakan dirinya bahkan akan menghadiri peresmian patung Bung Karno di Uzbekistan.

"Di mana-mana patung beliau dibuat di luar negeri. Jalan Bung Karno, Jalan Soekarno. Nanti insya Allah bulan depan saya diminta ke Uzbekistan untuk apa? Meresmikan yang namanya patung Bung Karno di sana," ujar Megawati.

Megawati juga meminta generasi berikutnya tidak mewariskan kebencian akibat perbedaan politik. Namun, dia menegaskan masyarakat juga tidak boleh mewariskan ketidakjujuran sejarah.

"Jangan sampai perbedaan politik menghilangkan perikemanusiaan dan kemanusiaan itu sendiri. Jangan sampai kekuasaan mengalahkan suara hati nurani," tegas Megawati.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
21 Rumah Sakit dan 190 Puskesmas di NTT Terdampak Gempa M7,7
• 22 jam lalu
0
thumb
Perkuat Konektivitas Tanjung Priok, Pelindo Dukung Rencana Integrasi Jalan Tol
• 19 jam lalu
0
thumb
Gerindra Sebut Usul Kewarganegaraan Ganda Bentuk Perhatian ke Diaspora, Seleksinya Ketat
• 22 jam lalu
0
thumb
Momen Haru Titiek Soeharto Tak Kuasa Tahan Air Mata Usai Lagu “Tanah Airku” Selesai dinyanyikan dalam HUT ke-81 RI
• 1 jam lalu
0
thumb
BMKG: Hujan Jakarta Masih Minim hingga Sepekan, Prediksi Kemarau sampai Oktober
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.