Grid.ID - Dedi Mulyadi sedih lihat siswa SMAN tak mampu jawab soal matematika dasar. Gubernur Jabar sampai melakukan ini.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku prihatin setelah mendapati sejumlah siswa SMAN di Cikarang, Jawa Barat, kesulitan mengerjakan soal matematika yang tergolong sederhana.
Temuan tersebut diketahui ketika pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi atau KDM itu melakukan inspeksi mendadak ke sekolah tersebut.
Kedatangannya bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi bangunan SMAN tersebut. Dedi sebelumnya mendapat informasi bahwa sekolah itu termasuk salah satu yang memerlukan perbaikan pada sejumlah bagian gedungnya.
Kunjungan tersebut kemudian dibagikan KDM melalui kanal YouTube pribadinya. Dalam tayangan itu, KDM terlihat berbincang dengan salah seorang guru yang sekaligus menjadi wali kelas mengenai kondisi dan rencana renovasi gedung sekolah.
Menurut guru tersebut, ruang kelas di SMAN itu masih belum layak digunakan secara optimal untuk kegiatan belajar mengajar. Agar proses pembelajaran tetap berlangsung selama renovasi, para siswa sementara dipindahkan ke aula.
Namun, kondisi aula yang digunakan sebagai tempat belajar juga tidak jauh berbeda dan masih membutuhkan perhatian.
KDM bersama guru tersebut lantas membahas perkiraan anggaran yang dibutuhkan untuk melakukan perbaikan. Ia memperkirakan renovasi ruang kelas dapat menghabiskan dana sekitar Rp100 juta.
Meski begitu, KDM menilai dengan pengelolaan yang lebih efisien, biaya sekitar Rp50 juta seharusnya sudah cukup untuk membenahi kondisi kelas tersebut.
"Yang butuh diperbaiki lima kelas jadi butuh Rp 250 juta," ucap KDM dikutip dari kanal YouTube miliknya, Minggu (16/8/2026).
Berdasarkan perhitungan tersebut, KDM kemudian mengajak para siswa di kelas untuk ikut berkontribusi dalam pembiayaan perbaikan ruang kelas. Ia memberikan contoh sederhana, yakni biaya penggantian gorden yang diperkirakan hanya sekitar Rp200.000.
Baca Juga: Upacara HUT ke-81 RI di Gedung Sate Tanpa Pelajar dan Pegawai, Dedi Mulyadi Ungkap Sebabnya
KDM lalu mengusulkan agar 34 siswa di kelas tersebut patungan untuk memenuhi kebutuhan biaya gorden. "Sekarang coba Rp200.000 dibagi 34, berapa hasilnya?" kata KDM.
Namun, siswa yang diminta maju ke depan untuk mengerjakan perhitungan itu ternyata belum mampu menyelesaikan pembagian tersebut. KDM kemudian meminta siswa lainnya untuk mencoba menjawab soal matematika itu.
"Di sini banyak pabrik, kalian butuh matematika untuk bekerja di sana," ujar KDM khawatir.
Sayangnya, siswa-siswa yang diminta KDM untuk mengerjakan soal tersebut tidak ada yang berhasil menyelesaikannya. Melihat kondisi itu, KDM kemudian meminta guru kelas memberikan penjelasan mengenai kemampuan dasar matematika para siswa.
Ia merasa khawatir karena keterbatasan dalam memahami matematika dasar dapat menjadi kendala bagi siswa ketika memasuki dunia kerja nantinya.
"Matematika bisa jadi tes dasar untuk mendapatkan pekerjaan," ucap KDM prihatin.
Pada akhirnya, soal tersebut berhasil diselesaikan oleh guru matematika di sekolah itu. Kendati merasa prihatin dengan kondisi tersebut, KDM tetap memberikan semangat kepada para siswa agar tidak patah semangat dan terus meningkatkan kemampuan belajar, khususnya dalam menguasai matematika dasar.
"Sekarang saya kasih hadiah buat kelas ini untuk perbaikan gorden. Kelasnya nanti saya renovasi, saya pasang AC," kata KDM bijak. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)