KSAD Tegaskan Dukung Polri Amankan Aceh Usai Pengibaran Bendera Bulan Bintang

detik.com
44 menit lalu
Cover Berita
Jakarta -

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mendukung Polri mengamankan dan menegakkan hukum di wilayah Aceh. Pernyataan ini menyusul terjadinya pengibaran bendera bulan bintang di wilayah Aceh.

"Kita sudah siapkan untuk mengatasi itu semua sudah berjalan. Semua bertanggung jawab secara hukum," kata Maruli di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Baca juga: Menko Polkam Ajak Jaga Perdamaian di Aceh dan Kondusivitas di Papua

Maruli mengatakan tidak ada penanganan khusus di Aceh terkait pengibaran bendera bulan bintang. TNI AD mendukung penegakan hukum oleh kepolisian.

"Ya kami mendukung kepolisian untuk bisa menegakkan hukum gitu," tegasnya.

Maruli mengatakan tidak perlu ada penebalan pasukan di Aceh. Maruli menegaskan bahwa mendukung polisi mengamankan wilayah Aceh.

"Nggak perlu. Katanya saya sudah tanya sampai tadi pagi saya cek, Pangdam tidak perlu. Ya tetap dukung tugas kepolisian untuk bisa mengamankan wilayah," ucapnya.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago sebelumnya mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga perdamaian Aceh dan kondusivitas Papua dengan tetap menghormati kebebasan masyarakat. Djamari mengatakan penyampaian aspirasi merupakan hak tetapi pelaksanaannya harus tetap berada dalam koridor hukum tanpa kekerasan maupun perusakan.

"Perdamaian Aceh harus kita jaga bersama. Bendera Merah Putih dan Garuda Pancasila sebagai simbol negara wajib kita hormati. Di Papua, masyarakat juga berhak menyampaikan aspirasi secara damai, tetapi jangan sampai disertai kekerasan dan pelanggaran hukum," katanya dilansir Antara, Minggu (16/8).

Terkait Aceh, Djamari mengatakan pemerintah menghormati kekhususan Aceh sebagaimana diatur dalam undang-undang.

Baca juga: BNN Musnahkan 12 Hektare Ladang Ganja di Aceh, Total 30 Ribu Batang Pohon

Menurut dia, perdamaian Aceh yang telah terpelihara selama lebih dari dua dekade merupakan capaian penting yang perlu terus dirawat melalui dialog, persaudaraan, dan penghormatan terhadap hukum.

Djamari juga menegaskan Bendera Merah Putih dan Garuda Pancasila merupakan simbol negara yang wajib dihormati sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009.

Terkait pemberitaan mengenai pelepasan Bendera Merah Putih serta pelepasan dan dugaan perusakan Lambang Negara Garuda Pancasila, Djamari meminta aparat mendalami fakta, pelaku, motif, dan unsur hukumnya secara objektif.

"Apabila ditemukan unsur tindak pidana, pelakunya harus diproses secara tegas dan adil sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Hal yang sama berlaku terhadap setiap tindakan kekerasan dan perusakan," katanya.




(rfs/dek)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jelang HUT ke-81 RI, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Bangil
• 15 jam lalu
0
thumb
UNM Sambut Hangat LLDIKTI Wilayah III Jakarta, Dukung Semarak Kemerdekaan Lewat Lomba Voli
• 39 menit lalu
0
thumb
Bupati Mimika minta Paskibraka jadikan disiplin sebagai karakter
• 16 jam lalu
0
thumb
Soal Target Ekonomi 6 Persen Prabowo, SBY: Ambisius Tapi Bisa Dicapai
• 8 jam lalu
0
thumb
Prabowo Pimpin Renungan Suci Jelang HUT ke-81 RI, Gibran Turut Hadir
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.