Bantah Pasukan AS Dikabarkan Terjun ke Laut, Menteri Perang AS Pete Hegseth Bongkar “Distorsi” di Balik Laporan 

erabaru.net
12 jam lalu
Cover Berita

Hegseth mengatakan pemerintah memastikan bahwa “semua kapal, awak kapal, dan para komandan setiap saat mendapatkan segala sesuatu yang dapat kami sediakan.” Ia juga menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang mendalam kepada para pelaut yang menjalani masa penempatan lebih lama, menghadapi kondisi ekstrem di laut lepas, serta hanya memiliki sedikit kesempatan untuk berlabuh dan beristirahat.

EtIndonesia.com Pihak Gedung Putih menyatakan Sejak Amerika Serikat melancarkan serangan militer terhadap Iran, kapal induk AS USS Abraham Lincoln telah dikerahkan selama delapan bulan. Belakangan ini muncul laporan bahwa sejumlah personel militer AS di kawasan Timur Tengah melompat ke laut. Menteri Perang AS Pete Hegseth pada 14 Agustus tampil membantah laporan tersebut dan mengatakan bahwa situasi yang sebenarnya telah dipelintir.

Menurut laporan The Wall Street Journal, berdasarkan keterangan pejabat militer AS yang mengetahui situasi tersebut, USS George Washington akan menggantikan USS Abraham Lincoln sebagai bagian dari rencana rotasi yang telah ditetapkan. Namun, rincian mengenai rencana tersebut masih perlu diverifikasi.

USS Abraham Lincoln dan pesawat-pesawat tempur yang berada dalam kelompok tempurnya memainkan peran penting dalam misi pengeboman terhadap Iran. Setelah itu, kelompok tersebut juga ikut dalam operasi militer AS untuk memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran.

Sebelumnya, sejumlah laporan yang mengutip keterangan keluarga anggota militer menyebutkan bahwa USS Abraham Lincoln yang semula dijadwalkan kembali pada Mei hingga kini belum memiliki tanggal kepulangan yang diumumkan. Kondisi tersebut disebut menyebabkan beberapa pelaut mencoba melompat ke laut.

Menanggapi laporan The Washington Post yang menyebut kondisi di kapal induk USS Abraham Lincoln di Timur Tengah sangat buruk, Menteri Perang Pete Hegseth pada 14 Agustus membantahnya. Ia mengatakan bahwa laporan mengenai kondisi USS Abraham Lincoln “telah dipelintir.”

AS Bentuk Satuan Drone Serang Baru

Pada saat yang sama, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan pembentukan Task Force Falcon Strike, satuan tugas drone serang multinasional dan multi-domain pertama yang dilengkapi sistem drone serang sekali pakai yang beroperasi di udara, permukaan laut, dan bawah laut.

Militer AS mengatakan sJhwa Presiden Donald Trump dan Menteri Perang Hegseth berupaya semaksimal mungkin memastikan militer AS memiliki sumber daya yang diperlukan untuk menghadapi setiap ancaman terhadap Amerika Serikat.

Menurut Stars and Stripes, penjabat Menteri Angkatan Laut AS Gao sebelumnya juga telah memastikan kepada keluarga para personel militer bahwa tenaga profesional kesehatan mental, pendeta militer, dan dokter yang berada di USS Abraham Lincoln dapat memberikan bantuan yang diperlukan.

Military Times melaporkan bahwa Gao mengatakan Angkatan Laut AS sedang mempersiapkan kelompok tempur kapal induk USS Theodore Roosevelt untuk menggantikan USS Abraham Lincoln.

USS George Washington dalam beberapa pekan terakhir beroperasi di kawasan Pasifik. Berdasarkan informasi terbuka, kapal tersebut pada pekan ini melewati Selat Malaka bersama sebuah kapal perusak berpeluru kendali.

Sementara itu, setelah Presiden Trump sebelumnya menyatakan bahwa Amerika Serikat telah “sepenuhnya menguasai” Selat Hormuz, pemimpin baru organisasi militer Iran Basij pada 14 Agustus mengklaim bahwa selat tersebut berada “di bawah kendali dan pengelolaan Iran.”

Namun, Menteri Perang Hegseth mengatakan bahwa militer AS memiliki sumber daya yang cukup untuk mempertahankan blokade laut terhadap Iran tanpa batas waktu.

Atuan tersebut akan memperluas kemampuan drone serang ke seluruh kawasan Timur Tengah, sehingga membentuk kekuatan penangkal multinasional dan multi-domain yang terpadu.

Sebelumnya, militer AS juga mengerahkan satuan drone serupa di Timur Tengah, yaitu Task Force Scorpion Strike. Satuan tersebut telah beberapa kali mencatat keberhasilan dan pada bulan lalu menggunakan kapal permukaan tanpa awak untuk menyerang fasilitas pelabuhan Iran.

Inggris Kecam Serangan Houthi

Pemerintah Inggris pada 14 Agustus mengeluarkan pernyataan yang mengecam serangan drone dan rudal kelompok Houthi terhadap Arab Saudi, serta tindakan mereka yang mengganggu pelayaran internasional.

Inggris juga mengecam tindakan pesawat Iran yang memasuki wilayah udara Yaman dan menyerukan agar Iran menghentikan dukungannya terhadap kelompok Houthi.

Seiring meningkatnya serangan yang dilakukan kelompok Houthi, juru bicara Houthi Yahya Saree, yang kerap menggunakan akun X untuk mengeluarkan ancaman dan pernyataan provokatif, ditangguhkan sementara dari platform tersebut karena melanggar aturan platform.

Reporter NTD Television, Wang Ziyi, melaporkan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menlu AS Ucapkan Selamat HUT ke-81 RI dan Sampaikan Duka atas Gempa NTT
• 14 jam lalu
0
thumb
Manchester United tegaskan tidak akan jual Bruno Fernandes
• 1 jam lalu
0
thumb
Puan Hadiri HUT ke-81 RI di Istana, Pakai Kebaya Modern dan Kain NTT
• 14 jam lalu
0
thumb
Kronologi Ashanty Dilecehkan Ayah Tiri, Simpan Traumanya Sejak SD sampai Ibunda Meninggal Dunia
• 15 jam lalu
0
thumb
Prabowo Pimpin Upacara Detik-detik Proklamasi HUT ke-81 RI di Istana
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.