Houston: Harga minyak dunia bergerak terbatas, setelah mencatat penguatan cukup signifikan sepanjang pekan sebelumnya. Ketidakpastian hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran serta perkembangan di Selat Hormuz masih menjadi perhatian pasar.
Mengutip Investing.com, Senin, 17 Agustus 2026, harga minyak Brent berjangka naik 0,1 persen menjadi USD88,62 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka turun 0,1 persen menjadi USD81,37 per barel.
Harga minyak mencatat penguatan mingguan seiring berlanjutnya ketegangan antara AS dan Iran serta gangguan terhadap aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.
Harga minyak mentah Brent melonjak lebih dari lima persen sepanjang pekan lalu. Kenaikan tersebut terjadi di tengah berlanjutnya konflik antara AS dan Iran, termasuk serangan terhadap sejumlah infrastruktur energi di kawasan Asia Barat.
Aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz juga dilaporkan melambat setelah terjadi serangan terhadap kapal tanker di wilayah tersebut. Di sisi lain, AS masih mempertahankan blokade angkatan laut terhadap Iran.
Pada akhir pekan, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi kembali menegaskan posisi Teheran yang tidak terlibat dalam pembicaraan langsung dengan AS. Washington juga mengancam akan mengambil langkah ekonomi lebih lanjut terhadap Iran.
Baca Juga :
Harga Minyak Dunia Turun, Brent ke USD87,07 per BarelKetegangan di kawasan juga berkembang ke Laut Merah. Kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran masih melakukan serangan terhadap kapal-kapal di sekitar Selat Bab al-Mandab.
Perkembangan tersebut menambah perhatian pasar terhadap potensi gangguan terhadap jalur pelayaran dan pasokan energi dari kawasan Asia Barat. Kekhawatiran mengenai pasokan minyak yang semakin ketat turut menutupi proyeksi permintaan minyak global yang lebih lemah dari sejumlah lembaga industri.
Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Badan Energi Internasional (IEA) memangkas proyeksi permintaan minyak global untuk 2026 dalam laporan yang dirilis pada pekan sebelumnya.
(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
Pasokan diesel jadi perhatian
Analis ANZ menilai produk minyak olahan mengalami tekanan lebih besar dibandingkan pasar minyak mentah secara keseluruhan akibat konflik di Asia Barat.
Diesel menjadi salah satu produk yang paling terdampak karena pasokannya menghadapi gangguan dari sejumlah faktor, mulai dari gangguan distribusi, penghentian operasi kilang, hingga kendala pengiriman.
Gangguan pada fasilitas pengolahan minyak di kawasan Teluk Persia turut memengaruhi produksi dan ekspor diesel. Kondisi tersebut terjadi ketika permintaan global terhadap bahan bakar tersebut masih relatif kuat.
Tekanan pasokan diesel juga diperburuk oleh konflik Rusia-Ukraina. Ukraina dilaporkan meningkatkan serangan terhadap sejumlah infrastruktur minyak Rusia. Kombinasi berbagai gangguan tersebut meningkatkan perhatian terhadap potensi pengetatan pasokan produk minyak olahan dalam beberapa bulan mendatang.





Komentar (0)