Kisah Inspiratif Icha Hakim: Dari Santri Ponpes Temboro Hingga Jadi Influencer Syar’i 430 Ribu Followers

tvonenews.com
48 menit lalu
Cover Berita

tvOnenews.com – Nama Icha Hakim kini makin menyita perhatian publik digital. Wanita pemilik nama asli Nurul Aisyah yang lahir di Bogor pada 1 Juli 1996 ini sukses membuktikan bahwa busana syar'i dan niqab bukan halangan untuk tampil aktif, kreatif, serta menginspirasi ratusan ribu muslimah di Indonesia.

Kiprah Icha diawali dari gemblengan ilmu agama di Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Magetan, Jawa Timur, salah satu pesantren dengan jumlah santri terbanyak di Indonesia.

"Al-Fatah ngajarin saya tentang ilmu, adab, dan niat. Sampai sekarang masih saya bawa ke mana-mana," ujar Icha mengenang masa-masa menimba ilmu di pesantren.

Mengguncang TikTok dan Hadir di TikTok Summit 2025

Selepas lulus dari pesantren, Icha mulai aktif membagikan aktivitas harian dan gaya hidup muslimah produktif lewat akun TikTok miliknya, @icha.hakim263.

Tak disangka, konten positif dan santun yang diunggahnya berbuah manis hingga berhasil menggaet lebih dari 430 ribu pengikut.

Popularitasnya di dunia digital membawa Icha bergabung dengan Agency Bintang. Prestasi tersebut memuncaki pencapaiannya saat diundang hadir dalam gelaran bergengsi TikTok Summit 2025, sebuah ajang yang mempertemukan para kreator konten papan atas se-Indonesia untuk saling bertukar ide mengenai pengembangan konten syar'i modern.

Membangun Bisnis Abaya dan Misi Kemanusiaan untuk Palestina

Sukses di dunia digital, Icha mengepakkan sayap ke dunia bisnis dengan mendirikan brand busana syar'i bernama Alhakimniqab.

Brand ini fokus memproduksi abaya dengan potongan loose, adem, dan nyaman dipakai untuk aktivitas harian.

Icha bahkan turun langsung melayani para pembelinya lewat sesi live streaming setiap malam demi menjaga kualitas serta amanah.

Lebih dari sekadar mengejar profit bisnis, Icha juga menyisihkan sebagian keuntungan usaha Alhakimniqab untuk disalurkan sebagai donasi kemanusiaan bagi warga Palestina melalui lembaga Rumah Zakat.

"Bisnis itu harus ada manfaatnya. Bukan cuma untuk diri sendiri," tegas Icha.

Perjalanan dari seorang santri Temboro hingga kini menjadi inspirasi bagi 430 ribu muslimah digital membuktikan bahwa integritas, adab, dan kerja keras mampu membuka jalan kesuksesan di era modern.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ada Renungan Suci di TMP Kalibata, Lalu Lintas di Sekitar Lokasi Direkayasa
• 14 jam lalu
0
thumb
Suzuki Kantongi 1.336 SPK di GIIAS 2026, Fronx Terlaris
• 19 jam lalu
0
thumb
71 Dapur MBG Dialihkan Bantu Penuhi Kebutuhan Pengungsi Korban Gempa di NTT
• 12 jam lalu
0
thumb
Soal Target Ekonomi 6 Persen Prabowo, SBY: Ambisius Tapi Bisa Dicapai
• 7 jam lalu
0
thumb
Dukung Kendaraan Listrik, BRIN Kembangkan Material Baterai dari Limbah Batu Bara
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.