JAKARTA, KOMPAS.com - Komunitas Ciliwung Depok (KCD) melaksanakan upacara pengibaran bendera merah putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Uniknya, jika upacara bendera biasanya digelar di tanah lapang, upacara ini justru digelar di tengah aliran Sungai Ciliwung sehingga tiang bendera, petugas, dan peserta upacara dipisahkan oleh aliran air sungai.
Para pengibar bendera juga harus menaiki perahu karet untuk menuju ke tiang bendera dan mengibarkan sang merah putih.
Baca juga: Kirab Jelang Upacara HUT Ke-81 RI, Bendera Merah Putih Dibawa dengan Kereta Garuda Prabayaksa
Mereka dibantu oleh tiga orang pendayung dan dua orang yang bertugas menarik perahu karet ke tepian.
Tahun ini, KCD bekerja sama dengan STKIP Arrahmaniyah Depok untuk melangsungkan upacara HUT RI ke-81.
Para petugas upacara sekaligus pengibar bendera merupakan mahasiswa dan mahasiswi jurusan Pendidikan Biologi dari perguruan tinggi swasta tersebut.
Baca juga: Ketika Merah Putih Berkibar di Dasar Laut Pulau Biak, Momentum untuk Mengingat Sejarah Penting Indonesia
Ketua STKIP Arrahmaniyah sekaligus Pembina KCD, Muhammad Abduh, mengatakan upacara ini merupakan kegiatan tahunan yang telah berlangsung sejak 2016.
Para peserta yang hadir meliputi anggota KCD, pecinta alam, mahasiswa dan mahasiswi dari STKIP Arrahmaniyah, serta masyarakat umum.
"Sebenarnya sudah berlangsung lama sejak tahun 2016 dan baru berkolaborasi dengan mahasiswa Pendidikan Biologi STKIP Arrahmaniyah ini 3 tahun kebelakang," ujarnya kepada wartawan setelah upacara di Depok, Jawa Barat, Senin (17/8/2026).
Baca juga: Remaja yang Tenggelam di Kali Ciliwung Pasar Rebo Ditemukan Meninggal Dunia
Dia berpesan dalam pidatonya bahwa Indonesia tidak hanya merdeka dari sisi status, tetapi juga merdeka sungainya dari sampah, limbah, alih fungsi sungai, dan spesies invasif.
Mengingat sungai merupakan sumber kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan, kelestariannya perlu dijaga dengan baik.
"Artinya, kita Indonesia merdeka tetapi sungai juga harus ada merdeka. Jadi, ini untuk menjaga, memelihara sungai," ucapnya.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT
Komentar (0)