JAKARTA, KOMPAS - Kementerian Komunikasi dan Digital mengklaim, lebih kurang 683 site pemancar telekomunikasi (BTS) yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur telah pulih per Minggu (16/8/2026). Sementara, masih ada sekitar 111 site pemancar yang masih dalam proses pemulihan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dalam keterangan tertulis, Minggu. Menurut dia, Kemkomdigi terus mengawal pemulihan layanan telekomunikasi yang terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dari hasil identifikasi Kemkomdigi, ada 794 site pemancar telekomunikasi yang teridentifikasi terdampak gempa NTT. Perangkat-perangkat itu berada di 11 kabupaten/kota. Gangguan yang terjadi sejak awal bencana didominasi oleh gangguan pasokan daya listrik dan jaringan transmisi.
Hingga Minggu, dari 794 site pemancar, Kemkomdigi mencatat, lebih kurang 683 site di antaranya sudah pulih, sedangkan 111 sisanya masih proses pemulihan. Site pemancar telekomunikasi yang sudah pulih itu berada di 3 kabupaten, yaitu Alor, Lembata, dan Timor Tengah Utara.
Sebanyak 111 site pemancar yang masih dalam proses pemulihan berada di delapan kabupaten/kota, yakni Manggarai Timur, Manggarai, Nagekeo, Ende, Ngada, Sikka, Manggarai Barat, dan Flores Timur.
”Pemulihan dilakukan sesuai dengan kondisi masing-masing lokasi, baik untuk gangguan pasokan daya maupun jaringan transmisi. Kami terus berkoordinasi dengan penyelenggara telekomunikasi dan pihak terkait agar site yang masih terdampak dapat segera kembali beroperasi,” terang Meutya.
Secara terpisah, Telkom Grup menyediakan akses internet gratis di posko pengungsian NTT. Direktur Network Telkom Nanang Hendarno, Senin (17/8/2026), menyampaikan, Posko Siaga Bencana Telkomsel telah berdiri di beberapa lokasi, yakni Gelora Samador Maumere, GraPARI Maumere, dan Telkomsel Authorized Partner (TAP) Rajawali Maumere.
Sementara itu, posko di Mbay Nagekeo, TAP Borong, dan TAP Ruteng, serta Kantor Wilayah Telkom di Flores dan sekitarnya, sedang dalam proses persiapan.
Di Posko Gelora Samador Maumere, Telkomsel juga menyediakan layanan IndiHome berkecepatan 200 Mbps dan Mesh WiFi secara gratis yang kini telah dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan di lokasi pengungsian. Akses tersebut salah satunya dimanfaatkan oleh Kepolisian Resor Sikka untuk menghadirkan hiburan bagi anak-anak melalui pemutaran film di posko pengungsian.
Selain internet gratis di posko, Telkom Group turut memberikan bantuan kartu perdana Simpati dan voucher kuota untuk masyarakat yang membutuhkan, serta Paket Darurat bagi pelanggan Telkomsel sebesar 3 GB kuota, 1.000 SMS, dan 300 menit telepon seharga Rp1 dengan masa berlaku tujuh hari yang dapat diaktifkan melalui 88820#.
”Kami juga menyediakan hotline tanggap bencana Telkom Group di 0800-111-9000 yang dapat diakses 24 jam secara bebas pulsa. Masyarakat dapat memanfaatkan hotline tersebut untuk memperoleh informasi dan perkembangan terkait kondisi layanan serta penanganan bencana,” ujar Nanang.






Komentar (0)