Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka menghadiri upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Merdeka Jakarta, Senin (17/8/2026). Gibran mengenakan baju adat dari Nusa Tenggara Timur (NTT).
Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Gibran bersama istrinya, Selvi Ananda tiba di Istana Merdeka Jakarta pukul 09.35 WIB. Kedatangan Gibran disambut Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Advertisement
Gibran mengenakan pakaian adat Rote, dari Nusa Tenggara Timur. Kain Lafa yang dililitkan di pinggang dan diselempangkan di bahu Wapres berhiaskan motif Hua Peni yang menggambarkan keluhuran dan keteraturan adat.
Garis tegas merah marun yang mendominasi corak kain merepresentasikan keberanian, semangat hidup, serta penghargaan kepada para leluhur.
Jas hitam yang dikenakan Wapres juga dipadukan dengan Topi Ti'i Langga, topi berbahan daun lontar kering yang merupakan simbol keperkasaan, kehormatan, serta jiwa kepemimpinan.
Kelengkapan busana adat yang serupa juga dikenakan oleh Jan Ethes Srinarendra dan adiknya, La Lembah Manah.
Sementara itu, Selvi mengenakan pakaian adat Ta'a Dayak Kenyah, dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Dengan motif kalong aga, busana istri Wapres merepresentasikan kesederhanaan dalam jiwa yang berwibawa, kuat, percaya diri, dan memiliki keterikatan dengan alam dan leluhur.
Senada dengan Gibran, baju Selvi didominasi warna merah, yang dalam tradisi Dayak Kenyah mencerminkan semangat, keberanian menghadapi kehidupan, kekuatan batin, dan keteguhan untuk tidak mudah menyerah.
Kedua busana adat yang dikenakan Wapres dan Ibu Selvi mencerminkam semangat keberagaman dalam mewujudkan "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur", sebagaimana tema yang diusung dalam Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.





Komentar (0)