Menko PMK-Kepala BNPB Upacara HUT RI di NTT, Percepat Pemulihan Pascagempa M 7,7

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya mempercepat penanganan darurat dan pemulihan pascagempa 7,7 magnitudo yang mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan, kehadiran jajaran menteri dan pimpinan lembaga di NTT sejak hari pertama kejadian merupakan bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah mendampingi masyarakat terdampak.

"Sejak hari pertama kejadian, kita sudah berada di NTT untuk meninjau lapangan dan membahas percepatan pemulihan," ujar Menko PMK Pratikno usai mengikuti Upacara Bendera HUT ke-81 RI di Ruteng, Senin (17/8).

Pratikno mengatakan penanganan darurat dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi di berbagai titik terdampak. Pemerintah membagi tugas untuk menyisir wilayah yang membutuhkan bantuan cepat, termasuk menyalurkan bantuan logistik ke Kecamatan Reo di Manggarai hingga wilayah terisolir di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka.

Koordinasi intensif juga dilakukan bersama Satuan Tugas (Satgas) DPR RI serta kementerian dan lembaga terkait melalui pertemuan langsung maupun konferensi video untuk memastikan masa tanggap darurat berjalan efektif.

BNPB Perkuat Logistik dan Armada Penanganan

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan, BNPB telah menyiapkan strategi serta mengerahkan sumber daya logistik dan armada untuk penanganan di lapangan.

Suharyanto menjelaskan Posko Nasional di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, telah menampung dan menyalurkan bantuan logistik, termasuk 50.000 paket bantuan dari Presiden RI Prabowo Subianto. Bantuan diteruskan ke dua posko utama di NTT, yakni Posko Labuan Bajo dan Posko Maumere.

Logistik dari Posko Utama Labuan Bajo dikerahkan untuk melayani wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara itu, Posko Maumere melayani Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo.

Untuk mengatasi kendala geografis dan menjangkau wilayah terisolir, BNPB bersama unsur gabungan menyiagakan armada darat, laut, dan udara.

Melalui jalur udara, sebanyak enam pesawat disiagakan di Labuan Bajo dan lima pesawat di Maumere, termasuk helikopter untuk mendukung evakuasi medis darurat.

Sementara melalui jalur darat, pemerintah memobilisasi truk logistik berukuran besar di titik-titik penyaluran utama. Penyaluran juga didukung kapal Pelni dan kapal feri menuju wilayah kepulauan, termasuk Pulau Palue.

Korban Meninggal 54 Orang

Terkait pemutakhiran data dampak bencana, Suharyanto mengkonfirmasi jumlah korban meninggal dunia per Senin (17/8) mencapai 54 orang. Sementara pendataan korban luka masih terus dilakukan.

Suharyanto menginstruksikan pemerintah daerah melakukan pendataan kerusakan secara paralel dan berjenjang dengan metode by name by address. Pendataan tidak perlu menunggu seluruh data terkumpul agar proses perbaikan dapat segera dilakukan.

"Pendataan rumah masyarakat yang rusak, baik rusak ringan, sedang, maupun berat menjadi prioritas utama kami. Kerusakan fasilitas umum seperti kantor bupati menjadi prioritas berikutnya setelah pemukiman warga terpenuhi,” ujar Suharyanto.

“Pendataan tidak perlu menunggu selesai semua, begitu ada data valid yang masuk, perbaikan langsung kita proses agar penanganan berjalan lebih cepat," pungkasnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Indonesia Krisis 268 Ribu Dokter, Presiden Wacanakan Dokter Asing Praktik di Indonesia
• 2 jam lalu
0
thumb
Pilot Malaysia yang Ditangkap di Indonesia, Diduga Sudah Selundupkan Narkoba Sejak 2024
• 18 jam lalu
0
thumb
Berbagai Kostum Unik di HUT RI 81, Ada yang Jadi Hantu
• 7 jam lalu
0
thumb
HUT RI ke-81 di Jakarta Dikawal 13.859 Personel Gabungan, Lalin Diatur Situasional
• 4 jam lalu
0
thumb
PTK kibarkan Merah Putih di bawah laut, tanam terumbu karang di Sulut
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.