jpnn.com, NAGEKEO - Gegap gempita peringatan HUT Kemerdekaan ke-81 RI tak sepenuhnya bisa dirasakan warga di sejumlah kabupaten di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pagi ini, Senin. (17/8), gempa bumi tektonik magnitudo 5,8 kembali mengguncang Pulau Flores pada pukul 07:46: 43 WIB atau atau sekitar pukul 08:46 WITA, waktu setempat.
BACA JUGA: Polda NTT Siaga Penjarahan di Lokasi Gempa Flores
Berdasar data resmi yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) titik gempa di wilayah Mbay dan Nagekeo dengan titik Lok:8.38 LS,121.52 BT (40 km Timur Laut) Mbay-Nagekeo. Gempa juga dirasakan di wilayah sekitarnya yaitu di Manggarai, Maumere, dan Ende.
Ini merupakan daerah serupa dengan gempa sebelumnya yang terjadi pada Sabtu (15/8). Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
BACA JUGA: Gempa Flores Agustus 2026, Sebentar-sebentar Ruteng Masih Bergoyang
Masyarakat di Nagekeo pun kembali ketar-ketir dan ketakutan pagi ini, karena gempa terasa lebih dari satu kali pagi ini dengan guncangan yang cukup keras.
"Ini gempa lebih keras dari yang gempa- gempa susulan kemarin. Kami tidak sanggup. Ini 10 menit sekali terasa gempanya berulang," ujar Maria, warga Wolowae, Nagekeo.
BACA JUGA: Data Jumlah Korban Meninggal akibat Gempa Flores 2026, Berikut Sebarannya
Masyarakat Wolowae saat ini masih bertahan di pengungsian sembari menunggu bantuan dari pemerintah.
Menurut Maria, belum banyak bantuan yang datang ke wilayah Wolowae maupun daerah Pantai Utara Ende. Mereka berharap pemerintah bisa mencari cara untuk mengantarkan bantuan lebih cepat terutama untuk makanan dan obat-obatan meski diakuinya saat ini distribusi juga terhambat akses ke lokasi bencana.
Sementara, BMKG memastikan akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan, serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat.
BMKG mengimbau masyarakat tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta menghindari adanya bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi. (flo/jpnn)
Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi





Komentar (0)