Jakarta, VIVA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi buka suara soal kemungkinan Presiden RI Prabowo Subianto mengunjungi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Prasetyo menjelaskan, kedatangan Prabowo untuk mengunjungi korban gempa masih melihat situasi.
Sejauh ini, Prasetyo menyebut sejumlah menteri telah diminta lebih dulu untuk hadir di lokasi bencana.
"Nanti kita lihat situasinya ya. Para menteri juga sudah di sana, kita lihat seperti apa lalu kita putuskan," ungkap Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin, 17 Agustus 2026.
Sebelumnya diberitakan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan data korban yang terdampak gempa M 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 53 orang meninggal dunia, dan 135 orang lainnya luka-luka.
"Total kami mencatat 53 jiwa meninggal dunia dengan rincian, Kabupaten Manggarai Barat, satu jiwa. Kabupaten Manggarai Timur 20 jiwa, Kabupaten Manggarai: 25 jiwa, Nagekeo 1 jiwa, Sikka 4 jiwa, Ende 2 jiwa," kata Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari, dalam konferensi pers, Minggu, 16 Agustus 2026.
Abdul Muhari menjelaskan secara rinci soal jumlah korban luka-luka imbas gempa tersebut. 135 korban luka-luka itu juga langsung mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan yang ada di daerah setempat.
"Untuk korban luka yang saat ini sedang dirawat di puskesmas terdekat, total berjumlah 135 jiwa, terdiri di, Sikka 12 jiwa, Manggarai 17 jiwa luka berat, 20 jiwa luka ringan, Manggarai Timur 21 jiwa luka berat, 109 jiwa luka ringan, Manggarai Barat 6 jiwa luka berat," katanya.
Ia juga tak lupa menyampaikan belasungkawa dan duka cita pemerintah atas meninggalnya para korban.
"Sekali lagi, atas pemerintah, tentu saja kita mendoakan yang terbaik untuk para korban dan simpati yang mendalam pada keluarga yang ditinggalkan," katanya.






Komentar (0)